Apa itu PPG menjadi pertanyaan yang banyak muncul dari lulusan perguruan tinggi maupun guru yang ingin memperoleh sertifikat pendidik. Pendidikan Profesi Guru atau PPG merupakan program pendidikan profesi yang diselenggarakan untuk membentuk guru profesional dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pendidikan.
Saat ini, PPG tidak hanya perlu dipahami dari sisi perkuliahannya. Peserta juga harus mengetahui jalur program yang sesuai dengan statusnya. Lulusan S1 atau D-IV yang belum terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam Dapodik dapat mengikuti PPG bagi Calon Guru, sedangkan guru aktif yang memenuhi ketentuan menggunakan jalur PPG bagi Guru Tertentu.
Daftar Isi
Mengenal Apa Itu PPG dan Tujuannya
PPG adalah singkatan dari Pendidikan Profesi Guru. Program ini merupakan pendidikan profesi bagi lulusan S1 atau sarjana terapan/D-IV yang ingin memperoleh kompetensi sebagai guru profesional dan sertifikat pendidik.Pada PPG bagi Calon Guru, program dapat diikuti lulusan dari jurusan pendidikan maupun nonkependidikan sepanjang memenuhi ketentuan bidang studi yang dibuka dan kesesuaian program studi.
Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan menguasai materi pelajaran. Mahasiswa PPG juga diarahkan untuk memahami peserta didik, merancang pembelajaran, melakukan asesmen, mengembangkan kemampuan sosial emosional, serta memperoleh pengalaman mengajar melalui kegiatan lapangan.Karena itu, PPG dapat dipahami sebagai tahap pendidikan profesi setelah menyelesaikan jenjang sarjana atau D-IV untuk membentuk kompetensi calon guru secara lebih utuh.
Tujuan PPG
Secara umum, PPG diarahkan untuk menghasilkan guru yang:
- Profesional dalam menjalankan tugas pendidikan
- Mampu memahami kebutuhan peserta didik
- Mampu merancang pembelajaran yang efektif
- Memiliki kompetensi pedagogik dan profesional
- Memiliki karakter dan integritas sebagai pendidik
- Terus berkembang sebagai pembelajar sepanjang hayat
Sertifikat pendidik yang diperoleh melalui PPG menjadi bentuk pengakuan profesional terhadap kompetensi guru.
Memahami Perbedaan PPG Calon Guru dan Guru Tertentu
Istilah PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan masih sering digunakan masyarakat. Namun, dalam informasi pemerintah saat ini terdapat dua istilah utama yang perlu dibedakan.
PPG bagi Calon Guru
PPG bagi Calon Guru merupakan program yang sebelumnya banyak dikenal sebagai PPG Prajabatan.
Program ini ditujukan kepada lulusan S1 atau D-IV dari jurusan pendidikan maupun nonkependidikan yang ingin mempersiapkan diri menjadi guru profesional. Untuk seleksi 2026, salah satu ketentuannya adalah peserta tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam Dapodik.
Peserta harus melewati:
- Seleksi administrasi
- Tes substantif
- Wawancara
Setelah dinyatakan lolos seleksi akhir dan ditetapkan sebagai mahasiswa, peserta baru menjalani pendidikan PPG.
PPG bagi Guru Tertentu
PPG bagi Guru Tertentu ditujukan bagi guru yang sudah aktif dan memenuhi persyaratan program tetapi belum memiliki sertifikat pendidik.
Mekanismenya berbeda dari PPG Calon Guru. Pada PPG Guru Tertentu 2026, misalnya, peserta yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh pemanggilan melalui SIMPKB, melakukan konfirmasi kesediaan, lapor diri ke LPTK, mengikuti orientasi, pembelajaran mandiri melalui Ruang GTK, hingga UKPPPG.Karena itu, jangan menggunakan tahapan PPG Guru Tertentu untuk menjelaskan mekanisme seleksi PPG Calon Guru.
Baca juga: Perbedaan PPG Calon Guru dan PPG Guru Tertentu yang Perlu Dipahami
Persyaratan Mengikuti PPG Calon Guru 2026
Tidak semua lulusan perguruan tinggi otomatis dapat mengikuti PPG Calon Guru.Peserta harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada periode seleksi.
Persyaratan utama PPG Calon Guru antara lain:
- Warga Negara Indonesia
- Tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam Dapodik
- Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV
- Ijazah tercatat di PD-Dikti atau memenuhi ketentuan penyetaraan bagi lulusan luar negeri
- Memiliki IPK paling rendah 3,00
- Berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
- Menandatangani pakta integritas
- Mengikuti seluruh tahapan seleksi
Beberapa dokumen seperti surat keterangan sehat jasmani dan rohani, surat keterangan berkelakuan baik, serta surat bebas NAPZA diserahkan ketika peserta telah dinyatakan lulus seleksi akhir pada tahap lapor diri.
Artinya, fresh graduate dapat mengikuti PPG Calon Guru selama sudah menyelesaikan S1 atau D-IV dan memenuhi seluruh ketentuan.Mahasiswa yang masih belum lulus S1 atau D-IV belum memenuhi kualifikasi akademik tersebut.
Tahapan Seleksi PPG Calon Guru

Salah satu bagian yang sering salah dipahami adalah membedakan proses seleksi masuk dengan kegiatan setelah diterima sebagai mahasiswa.
Pada PPG Calon Guru 2026, seleksi masuk hanya terdiri dari tiga tahap utama.
Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi menjadi penyaringan awal berdasarkan persyaratan dan data peserta.
Beberapa hal yang diperiksa berkaitan dengan:
- Identitas peserta
- Pendidikan terakhir
- Ijazah
- IPK
- Program studi
- Bidang studi PPG yang dipilih
- Persyaratan administratif lainnya
Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan dapat melanjutkan ke tes substantif.
Tes Substantif
Tes substantif merupakan tahap kedua seleksi.Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan penguasaan bidang studi peserta sebelum mengikuti wawancara.Pada seleksi 2026, tes substantif dilaksanakan pada 3–7 Agustus dan pengumuman hasilnya dipublikasikan pada akhir Agustus 2026.
Wawancara
Peserta yang lulus tes substantif kemudian mengikuti wawancara.Tahap ini digunakan untuk melihat kompetensi, kepribadian, motivasi, dan kesiapan peserta menjadi calon guru.
Sesuai jadwal resmi 2026, wawancara berlangsung pada 31 Agustus–16 September 2026, sementara pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 21 September 2026.
Jadi, alur seleksi yang tepat adalah:
Administrasi → Tes Substantif → Wawancara → Pengumuman Hasil Akhir
PPL dan UKPPPG tidak termasuk dalam seleksi masuk.
Baca juga: Tahapan Seleksi PPG Calon Guru 2026 dari Administrasi hingga Wawancara
Materi Tes Substantif PPG

Tes substantif sering dianggap sama dengan pretest PPG atau tes pedagogik. Padahal, istilah tersebut tidak tepat jika digunakan untuk menggambarkan seleksi PPG Calon Guru saat ini.
Tes substantif mengukur tiga bagian utama:
Literasi
Kemampuan literasi berkaitan dengan pemahaman terhadap informasi tertulis.
Peserta dapat berhadapan dengan soal yang membutuhkan kemampuan untuk:
- Menemukan gagasan utama
- Memahami informasi eksplisit dan implisit
- Menghubungkan beberapa informasi
- Menafsirkan bacaan
- Menentukan kesimpulan
Bagian ini lebih menekankan pemahaman dan penalaran terhadap teks daripada sekadar menghafal informasi.
Numerasi
Numerasi mengukur kemampuan menggunakan informasi berbentuk angka untuk menyelesaikan persoalan.
Materinya dapat berkaitan dengan:
- Operasi hitung
- Persentase
- Perbandingan
- Data
- Tabel
- Grafik
- Penalaran numerik
Tes numerasi tetap perlu dihadapi peserta dari berbagai bidang studi, bukan hanya calon guru Matematika.
Penguasaan Konten Bidang Studi
Materi bagian ini disesuaikan dengan bidang studi PPG yang dipilih.Sebagai contoh, materi peserta PGSD tentu berbeda dengan peserta Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Informatika, maupun bidang kejuruan.
Karena itu, fokus belajar bidang studi perlu disesuaikan dengan pilihan masing-masing peserta.Tidak ada tahap seleksi tersendiri bernama “tes pedagogik” setelah tes substantif dalam mekanisme PPG Calon Guru 2026.
Pendidikan PPG Setelah Lolos Seleksi
Lulus wawancara tidak berarti peserta langsung memperoleh sertifikat pendidik.Kelulusan seleksi merupakan pintu masuk menuju pendidikan profesi.PPG bagi Calon Guru dilaksanakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan atau LPTK penyelenggara. Programnya mencakup perkuliahan, praktik lapangan, proyek kepemimpinan, dan pendampingan.
Perkuliahan PPG
Struktur pembelajaran PPG mencakup sejumlah mata kuliah inti.
Beberapa di antaranya adalah:
- Filosofi Pendidikan Indonesia
- Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya
- Prinsip Pengajaran dan Asesmen
- Pembelajaran Sosial Emosional
- Seminar Pendidikan Profesi Guru
- Projek Kepemimpinan
Mahasiswa juga dapat memperoleh mata kuliah pilihan sesuai struktur program.
Mini FAQ
Apakah fresh graduate tanpa pengalaman mengajar bisa lolos seleksi PPG?
Bisa, selama memenuhi syarat akademik dan mampu menguasai materi seleksi. Pengalaman mengajar bukan syarat utama, tetapi kemampuan pedagogik perlu dikuasai melalui pembelajaran PPG.
Berapa biaya yang harus disiapkan untuk ikut PPG Prajabatan?
Biaya PPG biasanya ditanggung oleh pemerintah bagi peserta terpilih, namun beberapa skema mandiri mungkin dikenakan biaya. Informasi resmi dapat dicek di laman Kemdikbudristek.
Apakah ada batas usia untuk mendaftar PPG Prajabatan?
Umumnya tidak ada batas usia ketat, namun semakin muda biasanya memiliki kesempatan lebih fleksibel terutama untuk penempatan tugas.
Bagaimana jika gagal di tes akademik, apakah bisa mendaftar ulang tahun berikutnya?
Bisa, peserta dapat mencoba lagi di periode seleksi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
Bagaimana cara efektif belajar materi pedagogik untuk PPG?
Pelajari konsep dasar pembelajaran dan evaluasi, juga ikuti pelatihan online atau bimbingan khusus. Mengikuti diskusi dan simulasi soal juga sangat membantu.
Ringkasan
Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah langkah penting bagi calon guru untuk mendapatkan sertifikasi dan meningkatkan kualitas pengajaran. Memahami apa itu PPG beserta persyaratan dan tahapan seleksinya merupakan pondasi utama agar proses persiapan lebih maksimal dan terarah.
Melalui pemahaman mendalam tentang materi akademik, pedagogik, serta pengalaman praktik dan ujian kompetensi, kamu akan mampu menavigasi seleksi PPG dengan lebih percaya diri. Konsistensi belajar dan strategi tepat menjadi kunci utama kesuksesanmu. Jangan lupa, memanfaatkan platform bimbingan belajar seperti JadiPPG dapat menjadi solusi efektif pendamping perjalananmu menuju sertifikasi guru.

