Apakah PPG Calon Guru 2026 sudah dibuka? Jawabannya, sudah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026 pada 27 Juni 2026. Masa pendaftarannya berlangsung hingga 25 Juli 2026.
Artinya, per 19 Agustus 2026, tahap pendaftaran dan tes substantif sudah selesai dilaksanakan. Peserta yang mengikuti tes substantif pada 3–7 Agustus 2026 kini menunggu pengumuman hasil yang dijadwalkan pada 26 Agustus 2026. Peserta yang lolos selanjutnya akan masuk ke tahap wawancara pada akhir Agustus hingga pertengahan September.
PPG bagi Calon Guru, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai PPG Prajabatan, merupakan pendidikan profesi setelah jenjang S1 atau D-IV bagi calon pendidik yang ingin memperoleh sertifikat pendidik. Karena prosesnya terdiri dari beberapa tahap, calon peserta perlu memahami secara jelas persyaratan, materi tes, biaya, hingga proses pendidikan setelah berhasil lolos seleksi..
1. Apakah PPG Calon Guru 2026 Sudah Dibuka?

PPG Calon Guru 2026 sudah resmi dibuka. Pendaftaran seleksi calon mahasiswa dimulai pada 27 Juni dan berakhir pada 25 Juli 2026. Setelah pendaftaran ditutup, peserta menjalani seleksi administrasi dan tes substantif.
Karena sekarang sudah memasuki Agustus 2026, calon peserta perlu memperhatikan posisi tahapan seleksi saat ini. Tes substantif telah dilaksanakan pada 3–7 Agustus 2026, sedangkan hasilnya baru dijadwalkan diumumkan pada 26 Agustus 2026.
Jadi, informasi yang menyebut bahwa pendaftaran PPG Calon Guru 2026 belum diumumkan atau masih menunggu pembukaan sudah tidak sesuai dengan kondisi terbaru.
Bagi peserta yang sudah mendaftar, fokus utama saat ini adalah memantau pengumuman hasil substantif dan mempersiapkan diri menghadapi wawancara apabila dinyatakan lolos.
2. Jadwal Lengkap Seleksi PPG Calon Guru 2026
Kemendikdasmen telah menetapkan rangkaian seleksi mulai dari pendaftaran hingga pengumuman wawancara. Jadwal resminya adalah sebagai berikut:
- Pendaftaran seleksi calon mahasiswa: 27 Juni–25 Juli 2026
- Pengumuman hasil seleksi administrasi: 26–28 Juli 2026
- Cetak kartu peserta: 28 Juli–2 Agustus 2026
- Pelaksanaan tes substantif: 3–7 Agustus 2026
- Pengumuman hasil tes substantif: 26 Agustus 2026
- Pengumuman jadwal wawancara: 29 Agustus 2026
- Pelaksanaan tes wawancara: 31 Agustus–16 September 2026
- Pengumuman hasil wawancara: 21 September 2026
Jadwal tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi berlangsung secara bertahap. Peserta yang tidak memenuhi ketentuan kelulusan pada satu tahapan tidak dapat melanjutkan ke proses berikutnya.
Baca juga: Cara Atur Jadwal Belajar Efektif untuk Tes PPG
3.Siapa yang Bisa Mendaftar PPG Calon Guru?
PPG Calon Guru diperuntukkan bagi lulusan S1 maupun D-IV yang ingin mempersiapkan diri menjadi guru profesional. Program ini tidak hanya terbuka bagi lulusan jurusan kependidikan. Lulusan nonkependidikan juga dapat mengikuti seleksi selama program studi asalnya sesuai dengan bidang studi PPG yang tersedia.
Dengan demikian, fresh graduate memiliki kesempatan untuk mendaftar. Peserta tidak diwajibkan memiliki pengalaman mengajar sebelumnya.
Hal yang menjadi perhatian justru status calon peserta. Salah satu ketentuan program adalah calon mahasiswa belum terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam Dapodik sesuai persyaratan seleksi.
Karena itu, PPG Calon Guru berbeda dari PPG bagi Guru Tertentu. PPG Calon Guru diarahkan kepada calon pendidik, sedangkan PPG Guru Tertentu memiliki sasaran peserta yang sudah berstatus guru dan memenuhi ketentuan program tersendiri.
Baca juga: Strategi Menguasai Materi Pedagogik untuk Tes PPG
4.Persyaratan PPG Calon Guru 2026
Sebelum mengikuti seleksi, peserta harus memastikan data pendidikan dan identitasnya memenuhi persyaratan program.
Ketentuan yang menjadi acuan PPG Calon Guru mencakup:
- Warga Negara Indonesia.
- Belum terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah pada Dapodik sesuai ketentuan.
- Memiliki ijazah S1 atau D-IV.
- Ijazah tercatat dalam PD-Dikti atau basis penyetaraan ijazah luar negeri bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri.
- Memiliki IPK paling rendah 3,00.
- Berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.
- Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani.
- Memiliki surat keterangan berkelakuan baik.
- Memiliki surat keterangan bebas NAPZA.
- Menandatangani pakta integritas.
- Bersedia mengikuti seleksi administrasi, tes substantif, dan wawancara.
Beberapa dokumen, seperti surat kesehatan, surat berkelakuan baik, dan surat bebas NAPZA, tidak semuanya harus diserahkan pada awal registrasi. Dalam ketentuan program, dokumen tersebut dapat diminta pada tahap lapor diri setelah peserta dinyatakan lolos.
Calon peserta juga perlu memastikan data ijazah pada PD-Dikti sudah benar. Sistem pendaftaran terintegrasi dengan data pendidikan tinggi, sehingga perbedaan data dapat memengaruhi proses registrasi.
Penting untuk menjaga motivasi dan kesehatan mental selama persiapan agar tetap fokus dan semangat.
Baca juga: Cara Efektif Manajemen Waktu saat Ujian PPG
5.Tahapan Seleksi PPG Calon Guru

Seleksi PPG Calon Guru tidak menggunakan satu ujian sebagai penentu keseluruhan hasil. Berdasarkan mekanisme resmi, terdapat tiga tahap utama, yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara.
5.1 Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi digunakan untuk memeriksa apakah pendaftar memenuhi ketentuan dasar program.
Data seperti usia, pendidikan S1 atau D-IV, IPK, status pada Dapodik, hingga kesesuaian data pendidikan menjadi bagian penting dalam proses ini.
Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi kemudian dapat melanjutkan ke tes substantif.
Karena itu, seleksi administrasi tidak boleh dianggap hanya sebagai proses mengunggah berkas. Kesesuaian data dengan sistem resmi tetap menjadi bagian yang harus diperhatikan.
5.2 Tes Substantif
Tahap berikutnya adalah tes substantif. Dalam mekanisme resmi PPG Calon Guru, istilah yang digunakan adalah tes substantif, bukan “pretest PPG” seperti yang masih sering ditemukan pada beberapa artikel lama.
Tes ini mencakup kemampuan dasar literasi, numerasi, dan penguasaan konten sesuai bidang studi yang dipilih peserta.
Pelaksanaannya dilakukan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dikoordinasikan oleh LPTK. Lokasi TUK tempat peserta mengikuti ujian juga belum tentu sama dengan LPTK tempat peserta nantinya menjalani pendidikan apabila lolos.
5.3 Tes Wawancara
Peserta yang berhasil melewati tes substantif akan melanjutkan ke wawancara.
Menurut informasi Direktorat PPG, aspek yang diuji dalam wawancara mencakup kompetensi, kepribadian, dan motivasi calon mahasiswa.
Karena itu, wawancara bukan sekadar menguji seberapa banyak teori pendidikan yang dapat dihafalkan.
Peserta perlu mampu menjelaskan alasan ingin menjadi guru, pengalaman yang relevan, cara menghadapi situasi tertentu, serta komitmen terhadap profesi pendidik secara runtut dan masuk akal.
6.Materi Tes Substantif PPG Calon Guru
Materi tes substantif menjadi bagian penting karena menentukan apakah peserta dapat melanjutkan ke wawancara.
Direktorat PPG menyebut komponen yang diuji adalah literasi, numerasi, dan penguasaan konten bidang studi. Mekanisme serupa juga terlihat pada seleksi 2025, ketika hasil substantif ditetapkan berdasarkan tiga subtes tersebut.
6.1 Kemampuan Literasi
Literasi berkaitan dengan kemampuan peserta memahami dan mengolah informasi dari suatu bacaan.
Peserta tidak cukup hanya menemukan kata kunci dalam teks. Soal dapat menuntut kemampuan mengenali informasi penting, memahami hubungan antargagasan, menafsirkan isi bacaan, serta membuat kesimpulan.
Karena itu, latihan literasi sebaiknya diarahkan pada pemahaman teks, bukan sekadar kecepatan membaca.
6.2 Kemampuan Numerasi
Numerasi menguji kemampuan menggunakan angka dan konsep matematika untuk memahami atau menyelesaikan suatu permasalahan.
Peserta dapat berhadapan dengan data, hubungan angka, perhitungan, maupun persoalan yang membutuhkan penalaran.
Bagian numerasi tidak hanya penting bagi peserta bidang Matematika. Seluruh peserta tetap perlu mempersiapkannya karena numerasi merupakan salah satu komponen tes substantif.
6.3 Penguasaan Bidang Studi
Materi bidang studi disesuaikan dengan pilihan peserta.
Artinya, peserta PPG Matematika akan menghadapi pengujian kompetensi yang berbeda dari peserta Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PGSD, atau bidang lainnya.
Pada pembukaan tahun 2026, pemerintah menyediakan 30 bidang studi, terdiri dari 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan. Bidang tersebut antara lain PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Luar Biasa, Teknik Otomotif, Kuliner, Perhotelan, Desain Komunikasi Visual, hingga Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim.
Mini FAQ
Kalau belum siap materi, bisa daftar PPG nggak?
Peserta tetap bisa mendaftar, tapi sangat disarankan mempersiapkan materi terlebih dahulu agar mampu melewati seleksi akademik dengan baik.
Apakah biaya PPG sama di semua daerah?
Biaya bisa berbeda-beda antar wilayah, karena tergantung kebijakan lembaga penyelenggara dan jalur pendaftaran yang dipilih.
Bagaimana cara mengatasi soal studi kasus yang sulit?
Pahami prinsip dasar pedagogik dan latihan soal secara rutin akan membantu mengasah kemampuan analisis situasi pembelajaran.
Apakah ada batasan usia untuk daftar PPG?
Umumnya ada batasan usia yang harus dicek pada pengumuman resmi, karena tiap tahun bisa berbeda sesuai kebijakan terbaru.
Apakah menggunakan nilai UTBK sebagai syarat pendaftaran PPG?
Nilai UTBK tidak secara langsung digunakan, tetapi memiliki relevansi jika PPG diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memakai nilai UTBK sebagai salah satu syarat.
Baca juga: Cara Mempersiapkan Wawancara Tes PPG agar Lancar
Ringkasan
Memahami apakah ppg calon guru 2026 sudah dibuka merupakan langkah awal yang penting bagi setiap calon peserta untuk mempersiapkan diri secara terorganisir. Seleksi PPG meliputi pendaftaran, tes akademik dan pedagogik, proses pembelajaran, praktik lapangan, hingga ujian kompetensi. Dengan mengetahui tahapan tersebut dan menyiapkan strategi belajar yang efektif, peluang lolos dan mendapatkan sertifikasi guru akan semakin terbuka lebar.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti informasi resmi dan memperdalam latihan soal, termasuk melalui platform bimbingan belajar yang kredibel seperti JadiPPG. Persiapan yang matang dan konsisten adalah kunci utama dalam perjalananmu menjadi guru profesional yang handal.


