Materi Tes Substantif PPG Prajabatan Rahasia Lolos Mudah!

Materi tes substantif ppg prajabatan adalah salah satu tahap seleksi yang sekarang semakin sering disandingkan dengan berbagai seleksi guru CASN dan rekrutmen pendidikan di BUMN, karena sama-sama menilai kesiapan profesional, kemampuan literasi dan numerasi, serta integritas calon aparatur dan tenaga pendidik. Jika kamu serius ingin berkarier sebagai guru profesional, memahami struktur, lingkup materi, dan cara menghadapi tes ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan.

Banyak calon peserta PPG Prajabatan yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi gugur di tahap tes substantif bukan karena mereka tidak mampu, melainkan karena tidak tahu apa yang diukur, bagaimana bentuk soalnya, dan bagaimana strategi belajarnya. Di sisi lain, tren rekrutmen terkini, mulai dari CASN guru sampai program pengembangan kompetensi di BUMN yang bergerak di bidang pendidikan atau pelatihan, makin menekankan kompetensi serupa: penguasaan konten, pedagogik, karakter, dan nilai kebangsaan.

Artikel ini dirancang agar kamu tidak lagi menebak-nebak. Kita akan membahas definisi, tujuan, kisi-kisi materi, jenis soal, contoh pemikiran jawaban, hingga strategi belajar yang realistis dan manusiawi. Bukan sekadar teori, tetapi panduan praktis yang bisa kamu pakai untuk menyusun rencana belajar harian sampai hari tes.

Apa Itu Tes Substantif PPG Prajabatan dan Mengapa Begitu Penting?

Apa Itu Tes Substantif PPG Prajabatan dan Mengapa Begitu Penting?
sumber gambar : prsoloraya.pikiran-rakyat.com

Tes substantif PPG Prajabatan merupakan tahap seleksi inti pada Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan yang diselenggarakan secara resmi oleh Kemendikbudristek melalui LPTK penyelenggara. Pada tahap ini, kamu dinilai apakah sudah memiliki fondasi pengetahuan dan sikap yang memadai untuk dilatih menjadi guru profesional.

Secara garis besar, tes substantif mengevaluasi:

  1. Pemahaman keilmuan bidang studi
    Apakah kamu benar-benar menguasai konten mata pelajaran yang akan kamu ajarkan, misalnya Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PGSD/PGMI, dan seterusnya. Ini seperti cek “belakang layar”: mampukah kamu menjelaskan konsep dengan benar, tidak sekadar hafal rumus atau definisi.
  2. Kompetensi pedagogik
    Sejauh mana kamu memahami cara mengajar yang baik: merancang pembelajaran, mengelola kelas, memilih metode dan media, melakukan penilaian, dan memahami karakteristik peserta didik. Di sinilah peran teori pendidikan dan praktik kelas bertemu.
  3. Kompetensi profesional, kepribadian, dan sosial
    Selain cakap mengajar, guru dituntut berintegritas, menjadi teladan, menghargai perbedaan, berlandaskan Pancasila, serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak. Tes substantif ikut “menguji” cara kamu berpikir tentang moral, etika, dan kebangsaan.
  4. Kemampuan dasar literasi, numerasi, dan berpikir kritis
    Mirip dengan yang dinilai dalam seleksi CASN dan banyak rekrutmen lain, kamu diuji apakah mampu membaca informasi, menganalisis, mengambil keputusan logis, serta menyelesaikan persoalan numerik sederhana sampai menengah.

Secara praktis, tujuan tes substantif adalah:

  • Menyaring calon guru yang siap memasuki PPG Prajabatan, bukan sekadar ingin “mencari sertifikat”.
  • Menjamin bahwa peserta yang lulus memiliki dasar yang cukup untuk mengikuti perkuliahan profesional satu tahun ke depan.
  • Menjaga mutu guru di Indonesia supaya sejalan dengan standar Kemendikbudristek dan kebutuhan pendidikan abad 21.

Pelaksanaan tes biasanya dilakukan secara terpusat oleh LPTK penyelenggara PPG, berbentuk tes tertulis (pilihan ganda dan bisa disertai esai atau studi kasus), dengan jadwal yang sudah ditentukan. Misalnya, beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan tes substantif PPG Prajabatan antara tanggal 3 sampai 7 Juni pada salah satu gelombang seleksi. Hasilnya diumumkan melalui situs resmi, termasuk laman PPG Kemendikbudristek seperti ppg.kemendikdasmen.go.id.

Artinya, sejak awal kamu perlu menganggap tes ini sebagai “gerbang utama” menuju profesi guru, bukan sekadar formalitas.

Kisi-kisi Materi Tes Substantif: Apa Saja yang Sebenarnya Diujikan?

Banyak peserta merasa cemas karena mengira materi tes substantif PPG Prajabatan sangat luas dan “mengawang”. Kuncinya adalah memetakan dulu kategori besarnya, baru menurunkannya ke subtopik yang lebih konkret. Secara umum, kisi-kisi tes disusun berdasarkan pedoman Kemendikbudristek dan standar BPSDMPK.

Berikut empat kompetensi utama yang diujikan, beserta penjelasan dan contoh topiknya.

1. Kompetensi Pedagogik: Cara Mengajar yang Dipikirkan Secara Sadar

Di bagian ini, kamu dinilai dari kemampuan memahami dan menerapkan prinsip pembelajaran yang efektif. Beberapa submateri yang sering muncul antara lain:

a. Perencanaan pembelajaran

Kamu perlu memahami komponen RPP atau modul ajar: tujuan pembelajaran, indikator, materi, metode, media, dan penilaian.

Contoh aspek yang diujikan:
– Menentukan indikator pencapaian kompetensi yang sesuai dengan tujuan.
– Menyusun alur kegiatan pembelajaran yang logis: pendahuluan, inti, penutup.
– Mengaitkan tujuan pembelajaran dengan capaian pembelajaran kurikulum yang berlaku.

b. Pengelolaan kelas

Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengelola dinamika belajar. Kamu bisa diuji pada:
– Penataan tempat duduk sesuai metode (diskusi kelompok, demonstrasi, presentasi).
– Strategi menangani peserta didik yang pasif, hiperaktif, atau kurang disiplin.
– Menciptakan iklim kelas yang inklusif dan menghargai keberagaman.

c. Peta konsep dan pengembangan materi

Kamu diharapkan paham bagaimana menyusun peta konsep untuk menjelaskan keterkaitan antarkonsep. Misalnya:
– Mengurutkan konsep dari yang sederhana ke kompleks.
– Menentukan konsep prasyarat yang harus dikuasai siswa agar bisa memahami topik baru.

d. Penilaian hasil belajar dan sikap

Penilaian tidak hanya berupa angka. Di sini sering muncul soal terkait:
– Penilaian sikap melalui pengamatan perilaku, jurnal, penilaian diri, atau penilaian antarteman.
– Penilaian pengetahuan melalui tes tulis, lisan, atau penugasan.
– Penilaian keterampilan melalui praktik, produk, proyek, atau portofolio.

Salah satu contoh yang sering dikutip: penilaian sikap jujur dilakukan melalui pengamatan perilaku peserta didik, misalnya konsistensi mereka saat mengerjakan tugas tanpa mencontek. Jika dihadapkan pada beberapa metode, kamu perlu memilih pengamatan perilaku sebagai pendekatan utama.

e. Teori belajar dan penerapannya

Teori belajar bukan sekadar nama tokoh, melainkan cara menjelaskan praktik di kelas. Di sini kamu bisa bertemu konsep seperti:
– Pembelajaran bermakna (meaningful learning) yang menekankan pada pengaitan pengetahuan baru dengan pengalaman atau pengetahuan awal siswa.
– Pembelajaran discovery, inquiry, konstruktivisme, behaviorisme, dan lainnya.

Misalnya, ketika soal menyebutkan seorang guru meminta peserta didik memanipulasi benda konkret untuk memahami konsep baru, ini berkaitan dengan teori pembelajaran bermakna yang melibatkan domain kognitif, psikomotor, dan afektif secara terpadu.

f. Klasifikasi pembelajaran: fakta, konsep, prinsip, dan sikap

Ini termasuk materi yang cukup sering diuji. Kamu perlu memahami:
– Fakta: data spesifik, nama, tanggal, istilah.
– Konsep: gagasan umum yang mengelompokkan objek atau peristiwa (seperti “demokrasi”, “bilangan prima”).
– Prinsip: hubungan antar konsep, misalnya hukum, teorema, rumus.
– Sikap: kecenderungan perilaku terhadap suatu objek atau situasi, seperti jujur, disiplin, peduli.

Dalam beberapa soal, kamu akan diminta mengidentifikasi jenis hasil belajar yang sedang dibahas atau mana yang paling tepat diajarkan dengan strategi tertentu.

2. Kompetensi Profesional: Seberapa Kuat Penguasaan Bidang Studimu?

Kompetensi profesional berfokus pada penguasaan materi bidang studi dan kemampuan mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Di sini tiap program studi akan memiliki detail berbeda, tetapi ada pola umum.

a. Penguasaan materi bidang studi

Contohnya:
– Untuk Matematika: pola bilangan, aljabar, geometri, statistika dasar, dan penerapannya.
– Untuk Bahasa Indonesia: keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, kaidah bahasa baku, jenis teks, dan kebahasaan.
– Untuk PGSD/PGMI: gabungan dasar-dasar materi IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKn, dan SBdP tingkat dasar.

Numerasi juga menjadi bagian penting. Misalnya, kamu bisa menemukan soal pola bilangan yang menuntut kamu mencari suku berikutnya atau menentukan rumus umum dari sebuah pola. Banyak peserta terbantu dengan latihan video numerasi khusus PPG Prajabatan di platform seperti YouTube, yang membahas pola bilangan, perbandingan, dan soal kontekstual.

b. Integrasi ilmu dengan pembelajaran nyata

Guru profesional tidak hanya menguasai isi pelajaran, tapi bisa mengaitkannya dengan situasi kehidupan sehari-hari. Materi yang sering muncul:
– Menyusun contoh soal kontekstual yang relevan dengan lingkungan peserta didik.
– Menjelaskan manfaat konsep tertentu dalam kehidupan nyata.
– Menyusun proyek atau tugas berbasis masalah nyata di komunitas.

Contohnya, kurikulum yang baik adalah kurikulum yang relevan dengan kebutuhan kehidupan peserta didik, tidak terlepas dari konteks sosial, budaya, dan perkembangan zaman. Ini sering muncul dalam soal tentang prinsip pengembangan kurikulum.

c. Pemanfaatan media dan TIK dalam pembelajaran

Di era digital, guru perlu cakap memanfaatkan TIK:
– Memilih platform pembelajaran sesuai karakteristik siswa.
– Menggunakan video, simulasi, presentasi interaktif, atau aplikasi edukasi.
– Mengelola asesmen online dan umpan balik digital.

Soal bisa berupa kasus: misalnya seorang guru ingin menjelaskan prosedur fisik yang kompleks, seperti cara menggunakan alat laboratorium, dan diminta memilih metode terbaik. Jawaban yang tepat biasanya adalah demonstrasi, bisa berupa demonstrasi langsung di kelas atau lewat video demonstrasi.

d. Struktur dan penyajian prosedur

Materi tentang prosedur fisik atau langkah-langkah kerja sering dikaitkan dengan:
– Pentingnya demonstrasi sebagai metode utama ketika siswa harus menirukan langkah secara runtut.
– Penyusunan instruksi yang jelas, sistematis, dan aman.

Ini terkait erat dengan kompetensi kamu dalam merancang pembelajaran yang memberi ruang latihan praktik, bukan hanya ceramah.

3. Kompetensi Kepribadian: Integritas dan Refleksi Diri sebagai Guru
Kisi-kisi Materi Tes Substantif: Apa Saja yang Sebenarnya Diujikan?
sumber gambar : tirto.id

Sering kali peserta fokus pada materi “hard skill” dan lupa bahwa guru juga dinilai dari karakter. Di sinilah kompetensi kepribadian masuk.

a. Integritas dan keteladanan

Tes dapat memunculkan studi kasus, misalnya:
– Guru melihat peserta didik mencontek, tetapi mendapat tekanan dari orang tua untuk “dimaklumi”.
– Guru diberi hadiah yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Kamu diharapkan menunjukkan sikap:
– Menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.
– Menolak praktik tidak etis, meskipun sulit.
– Menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan.

b. Motivasi dan komitmen sebagai guru

Beberapa soal menggali:
– Motivasi kamu memilih profesi guru.
– Cara kamu menyikapi kegagalan atau kritik dari kepala sekolah, rekan kerja, ataupun orang tua.
– Kesiapan belajar sepanjang hayat dan mengembangkan diri.

c. Refleksi diri

Guru profesional tidak menganggap dirinya selalu benar. Tes dapat menilai:
– Apakah kamu mau dan mampu mengevaluasi praktik mengajar sendiri.
– Seberapa terbuka kamu terhadap masukan, serta apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki kekurangan.

Bagian ini bisa muncul dalam bentuk soal pilihan ganda berbasis kasus atau pertanyaan wawancara.

4. Kompetensi Sosial: Pancasila, Kebhinekaan, dan Peran Guru sebagai Warga Negara

Di tengah masyarakat yang majemuk, peran guru sangat strategis dalam menjaga persatuan dan mempromosikan toleransi. Karena itu, kompetensi sosial juga menjadi bagian dari materi tes substantif PPG Prajabatan.

a. Nilai Pancasila dalam praktik pendidikan

Kamu akan diuji pada:
– Pemahaman nilai-nilai Pancasila dan penerapannya di sekolah.
– Contoh perilaku guru dan peserta didik yang sejalan atau bertentangan dengan Pancasila.
– Pengambilan keputusan dalam kasus yang menyangkut keadilan, toleransi, dan musyawarah.

b. Kebhinekaan dan moderasi beragama

Soal dapat menyinggung:
– Cara guru menghargai peserta didik dari latar belakang agama, suku, bahasa, atau budaya berbeda.
– Respons tepat ketika terjadi tindakan diskriminatif di kelas.
– Sikap guru terhadap perbedaan pandangan selama masih dalam koridor aturan dan etika.

c. Kewarganegaraan dan bela negara

Kamu mungkin akan dihadapkan pada:
– Konsep hak dan kewajiban warga negara menurut UUD.
– Peran guru dalam menanamkan semangat cinta tanah air dan bela negara.
– Cara mengintegrasikan wawasan kebangsaan dalam pembelajaran.

Semua ini membuat tes substantif tidak hanya soal “bisa mengajar”, tetapi juga “bisa menjadi warga negara dan panutan yang baik”.

Bentuk Soal dan Cara Menyikapinya

Tes substantif PPG Prajabatan biasanya menggunakan kombinasi beberapa bentuk soal, yaitu pilihan ganda, esai atau uraian singkat, studi kasus, dan bisa dilengkapi wawancara.

1. Pilihan ganda

Ini adalah bentuk yang paling umum. Kunci menghadapi soal pilihan ganda:

  • Baca pertanyaan sampai tuntas sebelum melihat opsi.
  • Eliminasikan opsi yang jelas salah.
  • Hati-hati pada kata kunci seperti “paling tepat”, “pertama-tama”, “kecuali”, “tidak”.
  • Hubungkan dengan konsep dasar pedagogik atau teori yang relevan.

Beberapa contoh gaya soal yang sering muncul:

  • Penilaian sikap jujur: Ditanyakan metode yang paling tepat untuk menilai sikap jujur. Jawaban yang sering benar adalah pengamatan perilaku melalui observasi yang sistematis.
  • Klasifikasi pembelajaran: Kamu diminta menentukan mana yang termasuk fakta, konsep, prinsip, atau sikap.
  • Teori meaningful learning: Soal menampilkan skenario pembelajaran yang mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman nyata siswa.
  • Metode demonstrasi: Skenario tugas prosedural yang menuntut guru memperagakan langkah secara langsung.
  • Prinsip pengembangan kurikulum: Menanyakan karakteristik kurikulum yang baik, misalnya relevan dengan kebutuhan kehidupan siswa.
2. Esai dan studi kasus

Walaupun bobotnya bisa berbeda antar penyelenggara, beberapa institusi menggunakan esai untuk:

  • Menggali cara berpikir kamu dalam merencanakan pembelajaran.
  • Menilai kemampuan kamu menjelaskan alasan memilih strategi tertentu.
  • Menguji kemampuan refleksi, misalnya setelah sebuah pembelajaran tidak berjalan baik.

Tips:
– Jawab dengan struktur jelas: pendahuluan singkat, inti, penutup.
– Cantumkan alasan yang merujuk pada teori maupun praktik.
– Tuliskan dengan bahasa baku, ringkas, tetapi padat.

3. Wawancara

Pada beberapa gelombang, tes substantif atau tahap lanjutan bisa disertai wawancara yang mengeksplorasi:

  • Motivasi mengikuti PPG Prajabatan.
  • Pandangan kamu tentang profesi guru.
  • Sikap kamu terhadap keberagaman dan tantangan dunia pendidikan.

Anggap wawancara sebagai kesempatan untuk menunjukkan sisi manusiawi dan komitmenmu, bukan sebagai sesi “menghakimi”.

Strategi Belajar Efektif Menghadapi Tes Substantif PPG Prajabatan

Sekarang pertanyaannya: dengan materi seluas ini, bagaimana cara belajar yang masuk akal, terutama bila waktu terbatas?

1. Gunakan sumber resmi sebagai fondasi

Jadikan dokumen resmi sebagai titik awal:

  • Buku Pintar PPG Prajabatan yang diterbitkan Kemendikbudristek. Di dalamnya biasanya dijelaskan alur seleksi, kompetensi yang dinilai, dan panduan persiapan.
  • Informasi resmi dari situs PPG dan LPTK terkait pelaksanaan tes substantif, supaya kamu tidak tertipu informasi yang tidak valid.

Setelah paham garis besar, kamu bisa melengkapi dengan sumber lain.

2. Petakan kisi-kisi ke dalam peta belajar personal

Daripada belajar secara acak, buat peta materi:

  • Bagi jadi empat kategori besar: pedagogik, profesional, kepribadian, sosial.
  • Di dalam masing-masing kategori, tuliskan subtopik: teori belajar, penilaian, pengelolaan kelas, numerasi, Pancasila, dan lain-lain.
  • Tandai mana yang sudah cukup kamu kuasai, mana yang perlu diperdalam.

Dari sini, buat jadwal belajar harian singkat, misalnya:
– 45 menit materi pedagogik (teori + latihan soal).
– 45 menit materi profesional (konten bidang studi + numerasi).
– 30 menit bacaan ringan atau refleksi terkait kepribadian dan sosial.

Kamu tidak perlu belajar berjam-jam tiap hari. Lebih baik konsisten sedikit demi sedikit daripada maraton sehari penuh menjelang tes.

3. Latihan soal secara bertahap, bukan sekadar “menghafal kunci”

Berbagai sumber menyediakan contoh soal tes substantif PPG Prajabatan, misalnya:

  • Paket 30 contoh soal dan pembahasan.
  • Kumpulan 50 soal dari platform persiapan seleksi.
  • Dokumen latihan di platform berbagi dokumen.
  • Video YouTube yang membahas lebih dari 100 soal, termasuk topik numerasi dan pedagogik.

Gunakan mereka dengan strategi berikut:

  • Latihan 10 sampai 20 soal tiap sesi, kemudian cek pembahasan.
  • Saat salah, tulis: “Mengapa saya memilih opsi ini? Konsep apa yang seharusnya saya pahami?”.
  • Kalau bertemu istilah atau konsep baru, catat dan cari referensi ringkas tentang itu.

Fokus bukan pada jumlah soal yang kamu selesaikan, tetapi pada pemahaman yang meningkat setelah setiap sesi.

4. Buat mind map dan catatan ringkas

Alih-alih menyalin panjang lebar, buat ringkasan konsep:

  • Satu halaman untuk teori belajar, lengkap dengan contoh penerapannya.
  • Satu halaman khusus metode pembelajaran dan penilaian, beserta kelebihan kekurangannya.
  • Satu halaman untuk ringkasan nilai Pancasila, kebhinekaan, dan contoh kasus.

Mind map memudahkan otak mengingat struktur hubungan antar konsep, sehingga saat membaca soal, kamu lebih cepat mengaitkan skenario dengan teori yang tepat.

5. Diskusi dan simulasi soal bersama teman

Kalau memungkinkan, bentuk kelompok kecil:

  • Lakukan simulasi tes dengan batas waktu.
  • Setelah selesai, diskusikan perbedaan jawaban, terutama untuk soal pedagogik dan sosial.
  • Minta satu orang menjelaskan alasan memilih jawabannya, sementara yang lain mengkritisi secara konstruktif.

Diskusi seperti ini mengasah kemampuan kamu menjelaskan konsep, yang sangat berguna juga saat nanti mengajar sungguhan.

6. Jaga kondisi fisik dan mental menjelang tes

Sering kali orang gagal bukan karena tidak menguasai materi, tetapi karena:

  • Panik saat menghadapi soal yang dirasa sulit.
  • Kurang tidur sehingga sulit konsentrasi.
  • Terlalu banyak mengulang materi di H-1 sehingga kelelahan.

Beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan:

  • Satu atau dua hari sebelum tes, fokus pada review ringkasan dan mind map, bukan belajar materi baru.
  • Cukup tidur, makan teratur, dan hindari konsumsi informasi berlebihan yang memicu kecemasan.
  • Latihan pernapasan sederhana untuk menenangkan diri beberapa menit sebelum tes dimulai.

Mengelola emosi sama pentingnya dengan menguasai materi.

Menjadi calon guru profesional yang siap mengikuti PPG Prajabatan berarti berani menghadapi tes substantif sebagai kesempatan menunjukkan kesiapanmu, bukan sebagai ancaman. Kamu sudah melihat bahwa materi tes substantif ppg prajabatan sebenarnya berpijak pada hal-hal yang memang seharusnya dikuasai guru: mengajar dengan sadar, menguasai bidang studi, berkarakter kuat, serta menjadi teladan nilai Pancasila dan kebhinekaan.

Kamu tidak diwajibkan menjadi sempurna sejak sekarang. Yang diharapkan adalah kesediaan untuk belajar, merefleksi, dan memperbaiki diri secara berkelanjutan. Selama kamu mau menyusun strategi belajar yang terarah, berlatih soal dengan cermat, memanfaatkan sumber resmi, dan merawat kesehatan fisik maupun mental, peluangmu untuk lolos tes substantif terbuka lebar.

Bayangkan beberapa bulan ke depan kamu sudah duduk di bangku perkuliahan PPG, bertemu teman-teman seperjuangan dari seluruh Indonesia, dan perlahan mewujudkan cita-cita menjadi guru profesional yang berdampak. Setiap sesi belajar hari ini adalah langkah kecil menuju momen itu.

Kamu tidak perlu menjadi yang paling jenius untuk lolos. Kamu hanya perlu cukup disiplin, cukup tekun, dan cukup percaya bahwa usaha yang konsisten akan berbuah. Mulailah dari satu halaman ringkasan hari ini, satu sesi latihan soal malam ini, dan satu niat jelas: “Saya sedang mempersiapkan diri menjadi guru yang benar-benar dibutuhkan Indonesia.”

Baca Juga : Syarat PPG Daljab Bikin Gagal Lolos? Cek Ini!

Sumber Referensi

  • PPG.UNPKEDIRI.AC.ID – Pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan
  • PMB.UNJANI.AC.ID – Bagaimana tentang Pelaksanaan Tes Substantif PPG Prajabatan?
  • PPG.KEMENDIKDASMEN.GO.ID – Buku Pintar PPG Prajabatan
  • PPG.KEMDIKBUD.GO.ID – Buku Pintar PPG Prajabatan
  • CNNINDONESIA.COM – 30 Contoh Soal Tes Substantif PPG Prajabatan Tahun 2024 dan Jawaban
  • FUNGSIONAL.ID – Soal PPG Prajabatan
  • KITALULUS.COM – Contoh Soal Tes Substantif PPG Prajabatan
  • YOUTUBE.COM – Tes Substantif PPG Prajabatan: Numerasi, PGSD/PGMI, dan Latihan Soal

Program Value Jadi PPG

“Menjadi guru profesional bersama JadiPPG Join grup dan kegiatan update👇🏻”

Kelas Intensif Calon Guru 2025
Kelas Intensif Calon Guru 2025
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPPG: Temukan aplikasi JadiPPG di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPPG Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “bimbelppg” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiPPG karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal PPG 2024!!!

  • Dapatkan ribuan soal PPG 2024 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi PPG 2024
  • Ratusan Latsol PPG 2024
  • Puluhan paket Simulasi PPG 2024
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top