Soal Tes Akhir Modul PPG PAI – Bagi banyak guru yang sedang mengikuti PPG Kemenag, istilah soal tes akhir modul profesional PPG PAI langsung memicu dua hal: deg-degan dan rasa penasaran. Wajar, karena Tes Akhir Modul (TAM) ini menjadi salah satu penentu kelulusan dan syarat penting bagi karier guru di sekolah maupun madrasah, di tengah tuntutan profesionalisme yang juga berpengaruh pada seleksi CASN dan kesempatan mengajar di lembaga formal.
Di era ketika integrasi PPG, sertifikasi, dan rekrutmen ASN semakin ketat, kemampuan menaklukkan TAM bukan lagi sekadar soal nilai, tetapi juga soal keberlanjutan karier sebagai guru Pendidikan Agama Islam yang diakui secara profesional.
Di sisi lain, Kemenag mengatur TAM PPG PAI secara terstruktur: 50 soal pilihan ganda, durasi 75 menit, dan cakupan materi dari modul profesional 1 sampai 8. Mulai dari pedagogik, profesionalisme guru PAI, hadis, akidah dan takdir, moderasi beragama, sampai evaluasi pembelajaran sesuai Kurikulum Merdeka. Bagi guru yang kesehariannya sibuk mengajar, menyusun perangkat ajar, sekaligus mengikuti LMS, tekanan ini terasa sangat nyata.
Artikel ini akan membantu Anda memahami pola soal, materi kunci, serta strategi belajar praktis berdasarkan contoh-contoh soal yang sudah beredar di berbagai sumber latihan tahun 2025, agar Anda tidak lagi belajar dengan cara *“tebak-tebakan”*, tetapi terarah dan efektif.
Gambaran Utama Tes Akhir Modul Profesional PPG PAI Kemenag
:quality(50)/photo/2025/09/11/2149369840jpg-20250911040236.jpg)
Tes Akhir Modul (TAM) profesional PPG PAI Kemenag bukan tes biasa yang berdiri sendiri. Ia adalah puncak dari rangkaian proses pembelajaran di PPG yang dilakukan secara daring melalui LMS Kemenag. Untuk memahaminya dengan baik, kita perlu melihat alurnya dulu.
Posisi TAM dalam alur PPG PAI
Secara garis besar, alur PPG PAI Kemenag batch 2025 yang berkaitan dengan modul profesional adalah sebagai berikut:
- Orientasi dan pendalaman materi di LMS.
- Tugas mandiri dan tugas terstruktur (ringkasan, analisis kasus, rangkuman modul, dan sebagainya).
- Refleksi pembelajaran dan diskusi dengan dosen/instruktur.
- Pengembangan perangkat ajar dan praktik mengajar (PPL atau PPLMP).
- Tes Akhir Modul (TAM) profesional yang mengukur pemahaman utuh Anda terhadap modul tersebut.
Pelaksanaan TAM ini dilakukan serentak untuk satu batch, misalnya batch 3 sekitar September 2025 atau batch 4 untuk guru PAI di MI, MTs, dan MA. Bentuk tesnya:
- 50 soal pilihan ganda.
- Durasi 75 menit.
- Dapat diulang hingga 3 kali jika belum mencapai standar kelulusan yang ditetapkan.
Artinya, TAM bukan semata *“ujian hafalan”*, tetapi juga menguji konsistensi Anda dalam belajar di LMS. Hasil tes menjadi cerminan seberapa serius Anda mempelajari modul, bukan hanya melihat kunci jawaban.
Ruang lingkup materi TAM profesional PPG PAI
Modul profesional PPG PAI Kemenag biasanya memuat tema-tema besar sebagai berikut:
- Sejarah dan perkembangan pendidikan Islam, termasuk masa Khulafaur Rasyidin.
- Ilmu hadis dan pengajaran hadis di sekolah/madrasah.
- Akidah Islam (qada dan qadar, rukun iman, dan relevansinya dengan kehidupan).
- Moderasi beragama dan pendidikan karakter, termasuk tokoh-tokoh seperti KH. Ahmad Dahlan.
- Metode pembelajaran PAI, prinsip keteladanan (uswah), serta pengembangan aktivitas pembelajaran.
- Evaluasi pembelajaran PAI sesuai pendekatan Kurikulum Merdeka.
- Pengembangan profesionalisme guru PAI dan etika keguruan.
- Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran lintas mata pelajaran dan kehidupan peserta didik.
Sumber latihan yang beredar di media daring, baik artikel maupun video YouTube, umumnya menyusun contoh soal tes akhir modul profesional PPG PAI berdasarkan tema-tema tersebut. Sebagian diambil dari pretes resmi, sebagian lagi prediksi dan kompilasi dari angkatan sebelumnya.
Format dan tingkat kesulitan soal
Berdasarkan contoh yang banyak beredar:
- Soal berbentuk pilihan ganda dengan 4 atau 5 opsi.
- Tingkat kognitif beragam, dari level 1 (mengingat), level 2 (memahami), sampai level 3 (menerapkan).
- Banyak soal kasus: guru PAI menghadapi situasi di kelas atau di masyarakat, Anda diminta memilih tindakan yang paling tepat secara pedagogik dan syar’i.
Contoh pola:
- Menguji pemahaman sejarah pendidikan Islam: peran masjid, halaqah, dan lembaga seperti kuttab.
- Menguji sensitivitas keilmuan: misalnya memastikan kesahihan hadis sebelum diajarkan.
- Menguji sikap moderat: bagaimana bersikap dalam perbedaan mazhab di kelas.
- Menguji penerapan evaluasi Kurikulum Merdeka: pemilihan bentuk penilaian otentik, rubrik, dan sebagainya.
Jika Anda memahami pola ini, belajar tidak lagi sekadar menghafal teks modul, tetapi melatih diri untuk berpikir seperti guru profesional yang diharapkan Kemenag.
Bedah Contoh Soal dan Strategi Efektif TAM PPG PAI
Bagian ini akan mengulas beberapa contoh soal tes akhir modul profesional PPG PAI yang sering muncul di berbagai sumber, lalu kita bedah konsep dan strategi berpikir di balik jawabannya. Tujuannya bukan sekadar mengetahui kunci jawaban, tetapi memahami kenapa opsi itu yang paling tepat.
1. Sejarah dan metode pendidikan Islam: belajar dari masa Khulafaur Rasyidin
Contoh soal:
“Pada masa Khulafaur Rasyidin, pendidikan Islam berkembang dengan metode…”
A. Tidak ada sistem terstruktur
B. Pendidikan hanya melalui keluarga
C. Terbentuknya halaqah-halaqah keilmuan di masjid
D. Pendidikan hanya di istana
E. Pendidikan hanya untuk bangsawan
Kunci: C. Terbentuknya halaqah-halaqah keilmuan di masjid.
Mengapa C? Pada masa Khulafaur Rasyidin, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, administrasi, dan pembinaan umat. Halaqah keilmuan di masjid menjadi metode utama penyebaran ilmu, mulai dari Al-Qur’an, hadis, fiqih, hingga persoalan sosial-politik. Kuttab memang dikenal sebelum dan sesudahnya, tetapi konteks soal ini jelas menyoroti masjid sebagai pusat pembelajaran Islam.
Pola soal semacam ini sering kali menguji:
- Pemahaman Anda tentang fungsi lembaga pendidikan dalam Islam sepanjang sejarah.
- Kemampuan membedakan mitos dari fakta. Misalnya, opsi “pendidikan hanya untuk bangsawan” jelas tidak sesuai dengan semangat egaliter Islam.
Tips belajar untuk tema ini:
- Baca ulang bagian sejarah pendidikan Islam di modul secara runtut: masa Nabi, Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Abbasiyah, hingga perkembangan madrasah.
- Catat perbedaan fungsi masjid, kuttab, madrasah, dan lembaga lain.
- Latih diri membayangkan bagaimana konsep ini diterapkan dalam konteks sekolah sekarang, misalnya menjadikan mushala sebagai pusat pembinaan iman dan ilmu di madrasah.
2. Pengajaran hadis: antara keilmuan dan tanggung jawab akidah

Contoh soal:
“Apa yang harus dilakukan guru PAI dalam mengajarkan hadis?”
A. Memeriksa kesahihan hadis sebelum mengajarkannya terkait akidah dan ibadah
B. Mengajarkan semua hadis yang populer di masyarakat
C. Cukup menyampaikan terjemahan tanpa menjelaskan sanad
D. Mengabaikan perbedaan derajat hadis
E. Menggunakan hadis tanpa sumber asal karena sudah lazim digunakan
Kunci: A. Memeriksa kesahihan hadis sebelum mengajarkannya terkait akidah dan ibadah.
Alasan:
- Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an.
- Untuk akidah dan ibadah, hanya hadis sahih (dan paling tidak hasan) yang layak dijadikan landasan.
- Guru PAI berkewajiban ilmiah dan moral untuk selektif.
- Mengajarkan hadis daif atau palsu untuk dijadikan dasar ibadah atau keyakinan dapat menyesatkan peserta didik.
Pola soal:
- Menguji integritas keilmuan guru PAI.
- Menilai apakah Anda memahami prinsip dasar ilmu hadis: sahih, hasan, daif, dan maudu’.
- Mendorong kebiasaan cek sumber sebelum mengajar.
Tips:
- Kuasai pengertian dasar derajat hadis dan prinsip umum penggunaannya.
- Biasakan menggunakan kitab atau sumber digital tepercaya ketika mencari hadis.
- Dalam pembelajaran, latih peserta didik untuk kritis terhadap sumber, bukan sekadar menerima karena “katanya hadis”.
3. Akidah dan takdir: qada dan qadar dalam kehidupan nyata
Contoh soal:
“Apa itu Qada dan Qadar?”
A. Hanya nasib buruk yang menimpa seorang hamba
B. Ketentuan Allah yang sudah ditentukan untuk setiap ciptaan-Nya
C. Perbuatan manusia yang lepas dari kehendak Allah
D. Hukum-hukum yang dibuat ulama fikih
E. Keputusan pengadilan dalam perkara perdata
Kunci: B. Ketentuan Allah yang sudah ditentukan untuk setiap ciptaan-Nya.
Qada dan qadar adalah bagian dari rukun iman keenam, yaitu iman kepada takdir, baik yang baik maupun buruk. Konsep ini menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Menentukan segala sesuatu, tanpa menafikan ikhtiar manusia. Iman kepada takdir melahirkan sikap tawakal, sabar, dan optimistis.
Contoh lain yang sering muncul:
“Apa yang dilakukan jika takdir tidak sesuai harapan?”
Jawaban ideal biasanya mengarah pada: menerima dengan sabar, tetap berikhtiar memperbaiki keadaan, dan menjadikannya pelajaran. Dalam bahasa modul, sikap ini mencerminkan keseimbangan antara tawakal dan usaha, bukan pasrah tanpa usaha atau sebaliknya, menggugat ketentuan Allah.
Tips menghadapi soal tematik akidah:
- Pahami definisi konsep utama: iman, islam, ihsan, qada, qadar, hikmah takdir.
- Latih diri mengaitkan konsep dengan contoh kehidupan peserta didik: gagal ujian, sakit, kehilangan, maupun keberhasilan.
- Perhatikan bahwa soal sering menguji sikap (afektif) yang seharusnya muncul dari konsep akidah yang benar.
4. Moderasi beragama dan pendidikan karakter: seimbang, bukan ekstrem
Tema moderasi beragama menjadi salah satu fokus Kemenag dalam beberapa tahun terakhir. Tidak heran jika modul profesional PPG PAI memasukkan topik ini secara cukup luas.
Contoh soal:
“Indikator utama moderasi beragama adalah…”
Sumber latihan sering menyebut jawaban yang mengarah pada nilai-nilai seperti:
- Tolong-menolong.
- Kasih sayang.
- Keseimbangan antara hak-hak individu dan sosial.
- Menghargai perbedaan pendapat, selama dalam koridor syariat.
Inti moderasi beragama:
- Berada di posisi tengah, tidak ekstrem kiri (liberal tanpa batas) dan tidak ekstrem kanan (radikal, keras, intoleran).
- Menjaga kemurnian akidah dan praktik ibadah sambil menghargai keragaman sosial dan budaya.
Contoh lainnya:
“Pendekatan KH. Ahmad Dahlan dalam pendidikan karakter lebih banyak menggunakan metode…”
Pendekatan KH. Ahmad Dahlan terkenal dengan penekanan pada amal nyata, bukan teori semata. Beliau mengajak murid langsung mempraktikkan ajaran Al-Ma’un, misalnya memberi makan fakir miskin, merawat anak yatim, dan lain-lain, dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan aksi sosial.
Tips belajar:
- Pahami definisi dan indikator moderasi beragama: komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan adaptif terhadap budaya lokal yang tidak bertentangan dengan syariat.
- Pelajari contoh tokoh dan gerakan pendidikan Islam Indonesia yang moderat: KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, dan lain-lain.
- Bayangkan skenario di kelas: bagaimana Anda merespons perbedaan mazhab di kalangan siswa, perbedaan tradisi keagamaan, atau isu intoleransi di lingkungan sekolah.
5. Metode dan evaluasi pembelajaran PAI: dari uswah hingga penilaian otentik
Modul profesional tidak mungkin lepas dari aspek pedagogik. Beberapa contoh soal yang sering muncul antara lain:
a. Mukjizat Nabi Muhammad
“Contoh mukjizat Nabi Muhammad adalah…”
A. Menyembuhkan penyakit dengan doa
B. Membelah bulan menjadi dua bagian
C. Mengubah tongkat menjadi ular
D. Menenggelamkan pasukan dengan banjir
E. Membelah lautan menjadi dua
Kunci: B. Membelah bulan menjadi dua bagian.
Soal seperti ini terlihat sederhana, tetapi sering dimunculkan untuk menguji pemahaman dasar sirah dan akidah. Menghafal mukjizat para nabi penting agar pembelajaran PAI di kelas tidak keliru ketika menjelaskan perbedaan antara mukjizat Nabi Muhammad dan nabi lain.
b. Prinsip evaluasi PAI di Kurikulum Merdeka
“Prinsip evaluasi pembelajaran PAI yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka adalah…”
A. Sekali tes di akhir semester
B. Hanya fokus pada nilai kognitif
C. Bersifat objektif, adil, dan berkesinambungan
D. Berdasarkan perbandingan antar peserta didik
E. Menekankan hukuman bagi siswa yang nilainya rendah
Kunci: C. Bersifat objektif, adil, dan berkesinambungan.
Kurikulum Merdeka menekankan penilaian otentik yang mencerminkan kompetensi sebenarnya peserta didik, dilakukan secara berkelanjutan, adil, transparan, dan tidak diskriminatif, dengan berbagai instrumen seperti proyek, portofolio, dan observasi sikap.
c. Metode pembelajaran terbaik dalam PAI
“Metode pembelajaran yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai PAI adalah…”
A. Ceramah sepanjang jam pelajaran
B. Diskusi tanpa keteladanan
C. Keteladanan atau uswah
D. Ujian tulis setiap pertemuan
E. Pemberian tugas hafalan saja
Kunci: C. Keteladanan atau uswah.
Nilai-nilai PAI sangat kuat sifatnya afektif dan psikomotorik. Peserta didik belajar bukan hanya dari apa yang guru katakan, tetapi dari apa yang guru lakukan. Metode ceramah, diskusi, dan tugas tetap diperlukan, tetapi tidak bisa menggantikan kekuatan uswah hasanah.
d. Tugas siswa yang sesuai dengan pembelajaran PAI
“Contoh tugas yang sesuai untuk pembelajaran bab wudu dan salat adalah…”
A. Menulis ulang definisi wudu dan salat
B. Menghafal dalil tanpa praktik
C. Membuat video praktik wudu dan salat
D. Mencari gambar wudu di internet
E. Menjawab 50 soal pilihan ganda tentang wudu
Kunci: C. Membuat video praktik wudu dan salat.
Tugas ini mendorong keterampilan psikomotorik, memberi kesempatan refleksi diri ketika siswa menonton ulang videonya, dan sejalan dengan penilaian otentik serta proyek dalam Kurikulum Merdeka.
Tips agar Anda kuat di tema ini:
- Pahami prinsip umum pembelajaran PAI: internalisasi nilai, keteladanan, learning by doing, dan kontekstualisasi.
- Kuasai perbedaan jenis penilaian: formatif, sumatif, diagnostik, dan otentik.
- Latih diri merancang contoh aktivitas dan tugas yang sesuai dengan setiap KD/CP, bukan hanya soal kognitif.
6. Strategi efektif mengerjakan TAM: dari LMS ke skor maksimal
a. Jadikan modul LMS sebagai rujukan utama, latihan soal sebagai penguat
Sumber latihan dari berbagai portal berita, video YouTube, atau dokumen PDF sangat membantu, tetapi perlu diingat bahwa soal yang beredar bersifat latihan dan prediksi, bukan bocoran resmi. Kemenag bisa saja memperbarui atau memodifikasi soal untuk batch berikutnya. Jika Anda hanya menghafal kunci latihan tanpa memahami modul, risiko keliru di soal dengan redaksi baru akan sangat besar.
Cara memanfaatkannya dengan tepat:
- Baca modul LMS per tema secara utuh, beri garis bawah pada definisi penting, prinsip dan indikator, serta contoh kasus yang diberikan dalam modul.
- Setelah membaca, kerjakan latihan soal dari berbagai sumber dan perhatikan pembahasannya.
- Setiap salah menjawab, buka lagi modul bagian terkait dan tulis ringkasan singkat. Ini akan menguatkan pemahaman jangka panjang.
b. Manajemen waktu saat tes: 75 menit untuk 50 soal
Dengan 75 menit untuk 50 soal, rata-rata waktu yang tersedia sekitar 1,5 menit per soal. Strategi yang bisa Anda gunakan:
- Putaran pertama: kerjakan semua soal yang mudah dan Anda yakin benar. Jangan terlalu lama di satu soal.
- Tandai soal yang ragu-ragu.
- Putaran kedua: kembali ke soal yang ditandai, baca kembali dengan tenang. Jika tetap ragu, gunakan teknik eliminasi opsi yang jelas salah.
c. Teknik menjawab soal kasus
Pada soal berbasis kasus, perhatikan dengan cermat:
- Siapa tokohnya? Guru, siswa, orang tua, atau masyarakat?
- Masalah utamanya apa? Akidah, ibadah, akhlak, toleransi, atau metode pembelajaran?
- Nilai apa yang sedang diuji? Misalnya:
- Moderasi beragama: cari jawaban yang seimbang, tidak ekstrem.
- Profesionalisme guru: cari jawaban yang mencerminkan etika dan tanggung jawab ilmiah.
- Pedagogik: cari jawaban yang mengutamakan kebutuhan belajar siswa.
Biasanya, opsi jawaban yang benar tidak menghakimi atau terlalu keras, tidak permisif terhadap kesalahan akidah, serta mengedepankan dialog, bimbingan, dan pendidikan yang mencerahkan.
d. Mengelola kecemasan dan mengoptimalkan 3 kali kesempatan
Kemenag memberi kesempatan hingga 3 kali pengulangan TAM jika Anda belum lulus. Ini sebenarnya peluang besar.
- Jika nilai pertama belum memuaskan, evaluasi tema apa yang paling banyak salah: hadis, akidah, moderasi, atau evaluasi pembelajaran.
- Fokus belajar ulang di titik lemah tersebut. Jangan mengulang dengan cara belajar yang sama.
- Gunakan video pembahasan soal untuk menambah sudut pandang, karena penjelasan lisan sering lebih mudah dicerna.
Banyak guru yang lulus di percobaan kedua atau ketiga justru merasa pemahamannya jauh lebih dalam, karena dipaksa belajar ulang dengan lebih serius.
Baca Juga : Linieritas PPG Guru Honorer Rahasia Lolos PPG dan PPPK!
Berhadapan dengan soal tes akhir modul profesional PPG PAI memang bisa terasa berat, terutama jika dibarengi kesibukan mengajar, administrasi sekolah, dan urusan keluarga. Namun, di balik semua itu, TAM sebenarnya sedang mengajak Anda naik kelas: dari guru yang sekadar mengajar materi menjadi guru profesional yang paham landasan ilmiah, sejarah, akidah, moderasi, dan pedagogik pembelajaran PAI.
Kuncinya adalah keseimbangan: serius menuntaskan modul LMS, memanfaatkan latihan soal dari berbagai sumber sebagai penguat, dan melatih cara berpikir kritis ala guru profesional. Anda tidak perlu menjadi sempurna untuk lulus, tetapi Anda perlu konsisten dan jujur dalam belajar. Setiap jam yang Anda investasikan hari ini akan kembali dalam bentuk kepercayaan murid, pengakuan profesional, dan peluang karier di masa depan, termasuk ketika pintu CASN atau peluang mengajar di lembaga unggulan terbuka lebar.
Teruskan langkah, tata ulang strategi jika perlu, dan jangan ragu meminta dukungan komunitas atau platform tryout yang menyediakan pendampingan khusus PPG PAI. Dengan persiapan yang tepat, TAM bukan lagi momok, melainkan batu loncatan menuju level profesionalisme yang lebih tinggi. Anda sangat mungkin lulus dan, lebih dari itu, tumbuh menjadi guru PAI yang benar-benar menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
sumber referensi
- TRIBUNNEWS.COM – 50 Soal dan Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Profesional PPG PAI Kemenag 2025
- TIRTO.ID – Contoh Soal Tes Akhir Modul PPG PAI Kemenag dan Jawabannya
- YOUTUBE.COM – 50+ Soal TAM Profesional PPG PAI Batch 3 2025
- YOUTUBE.COM – Prediksi Soal Tes Akhir Modul Profesional PPG PAI dan Pembahasannya
- YOUTUBE.COM – Latihan Soal Profesional PPG PAI 2025
- YOUTUBE.COM – Latihan TAM Profesional Batch 4 Guru PAI
- SCRIBD.COM – Soal dan Jawaban TAM Tugas Akhir Modul PPG PAI 2025
Program Value Jadi PPG
“Menjadi guru profesional bersama JadiPPG Join grup dan kegiatan update👇🏻”
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPPG: Temukan aplikasi JadiPPG di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPPG Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “bimbelppg” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiPPG karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal PPG 2024!!!
- Dapatkan ribuan soal PPG 2024 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi PPG 2024
- Ratusan Latsol PPG 2024
- Puluhan paket Simulasi PPG 2024
- dan masih banyak lagi yang lainnya
>

