apakah ppg 2026 digaji – pertanyaan ini mungkin sudah berbulan-bulan berputar di kepala Anda yang saat ini masih mengajar sebagai guru honorer, sambil menunggu kabar formasi PPPK dan berjuang mengejar sertifikasi. Di tengah gaji yang pas-pasan, beban administrasi yang tidak ada habisnya, dan tekanan untuk lulus seleksi PPG, wajar kalau Anda ingin kepastian: kalau sudah ikut PPG dan lulus di 2026, apakah benar-benar ada perubahan nyata di kesejahteraan? Apakah perjuangan begadang belajar setelah pulang mengajar itu akan terbayar?
Jawabannya: ya, ada kabar baik. Mulai 2026-01-04T00:00:00.000+07:00, pemerintah menegaskan bahwa guru yang lulus PPG dan bersertifikat pendidik berhak mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dibayarkan setiap bulan. Artinya, pembahasan tentang apakah ppg 2026 digaji bukan lagi sekadar rumor, tetapi sudah menyentuh hal teknis: berapa besarannya, siapa yang berhak, dan bagaimana cara Anda sampai ke titik itu. Di sinilah pentingnya memahami hubungan antara PPG, sertifikasi, PPPK, dan TPG, supaya Anda bisa menyusun strategi belajar dan karier dengan lebih tenang dan terarah.
Memahami Dulu: PPG, Sertifikasi, dan Tunjangan Profesi Itu Apa?

Sebelum menjawab lebih jauh tentang apakah ppg 2026 digaji, kita perlu luruskan dulu alurnya. Banyak guru honorer yang sebenarnya sudah sangat layak secara kompetensi, tetapi masih bingung dengan istilah teknis: PPG, sertifikasi, TPG, PPPK, dan sebagainya. Kebingungan ini sering membuat cemas, padahal kalau alurnya dipahami, Anda bisa melihat bahwa perjuangan Anda sekarang sedang mengarah ke peningkatan kesejahteraan yang konkret.
Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang dirancang untuk menghasilkan guru profesional yang memiliki sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik inilah yang menjadi syarat utama untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Jadi, ketika Anda bertanya apakah ppg 2026 digaji, sebenarnya yang dimaksud adalah: apakah setelah lulus PPG 2026 dan mendapatkan sertifikat pendidik, Anda akan menerima tunjangan profesi secara rutin?
Menurut pernyataan resmi pemerintah dan Kementerian terkait, mulai 2026, guru yang sudah bersertifikat pendidik berhak menerima TPG yang dibayarkan setiap bulan, bukan lagi per tiga bulan seperti sebelumnya. Ini berlaku baik untuk guru ASN (PNS/PPPK) maupun guru non-ASN, dengan skema besaran yang berbeda.
Di sisi lain, seleksi PPPK yang terus dibuka beberapa tahun terakhir menjadi pintu masuk bagi banyak guru honorer untuk mendapatkan status ASN. Di sinilah PPG dan PPPK saling terkait: sertifikasi pendidik melalui PPG akan memperkuat posisi Anda, baik dalam seleksi PPPK maupun dalam hak atas TPG setelah Anda memenuhi semua persyaratan.
Jadi, ketika Anda mengeluh lelah karena harus mengajar pagi sampai siang, lalu malam belajar materi PPG atau latihan soal pretest, ingat bahwa semua itu sedang mengarah ke satu titik: sertifikat pendidik yang menjadi kunci TPG. Dan inilah yang akan menjawab secara konkret apakah ppg 2026 digaji atau tidak.
Apakah PPG 2026 Digaji? Ini Jawaban Resmi dan Rinciannya
Sekarang kita masuk ke inti: apakah ppg 2026 digaji dalam arti ada penghasilan tambahan yang jelas setelah Anda lulus? Berdasarkan informasi dari Kementerian dan pernyataan Mendikdasmen, ya, peserta PPG yang lulus dan bersertifikat pendidik pada 2026 berhak mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dibayarkan bulanan mulai 2026-01-04T00:00:00.000+07:00.
Namun, penting untuk dipahami: yang digaji di sini bukan “peserta PPG” saat masih kuliah PPG, melainkan guru yang sudah lulus PPG, mendapatkan sertifikat pendidik, dan memenuhi syarat sebagai penerima TPG. Jadi, alurnya kira-kira seperti ini:
- Anda mengikuti PPG (Prajabatan atau Dalam Jabatan).
- Anda lulus PPG dan mendapatkan sertifikat pendidik.
- Setelah itu, Anda masuk dalam skema penerima TPG sesuai status kepegawaian Anda (ASN atau non-ASN).
- Mulai 2026, TPG ini dibayarkan setiap bulan.
Dengan kata lain, menjawab pertanyaan apakah ppg 2026 digaji: PPG adalah pintu menuju TPG, dan TPG inilah yang menjadi “gaji tambahan” atau tunjangan profesi yang akan sangat membantu kesejahteraan Anda.
1. Besaran TPG untuk Guru ASN (PNS/PPPK)
Untuk guru ASN (baik PNS maupun PPPK), besaran TPG adalah setara dengan satu kali gaji pokok bulanan. Artinya, kalau Anda sudah berstatus ASN dan bersertifikat pendidik, TPG Anda akan mengikuti gaji pokok sesuai golongan dan masa kerja.
Sebagai gambaran, berikut rentang gaji pokok guru PNS (yang juga menjadi acuan besaran TPG bagi guru ASN bersertifikat):
- Golongan Ia: Rp1.685.700—Rp2.522.600
- Golongan Ib: Rp1.840.800—Rp2.670.700
- Golongan Ic: Rp1.918.700—Rp2.783.700
- Golongan Id: Rp1.999.900—Rp2.901.400
- Golongan IIa: Rp2.184.000—Rp3.643.400
- Golongan IIb: Rp2.385.000—Rp3.797.500
- Golongan IIc: Rp2.485.900—Rp3.958.200
- Golongan IId: Rp2.591.100—Rp4.125.600
- Golongan IIIa: Rp2.785.700—Rp4.575.200
- Golongan IIIb: Rp2.903.600—Rp4.768.800
- Golongan IIIc: Rp3.026.400—Rp4.970.500
- Golongan IIId: Rp3.154.400—Rp5.180.700
- Golongan IVa: Rp3.287.800—Rp5.399.900
- Golongan IVb: Rp3.426.900—Rp5.628.300
- Golongan IVc: Rp3.571.900—Rp5.866.400
- Golongan IVd: Rp3.723.000—Rp6.114.500
- Golongan IVe: Rp3.880.400—Rp6.373.200
Artinya, kalau Anda misalnya guru ASN golongan IIIa dengan gaji pokok sekitar Rp3 jutaan, maka TPG Anda juga sekitar Rp3 jutaan per bulan. Jadi, ketika Anda bertanya apakah ppg 2026 digaji, untuk guru ASN jawabannya sangat jelas: setelah lulus PPG dan bersertifikat, Anda berpotensi menerima TPG sebesar satu kali gaji pokok setiap bulan.
2. Besaran TPG untuk Guru Non-ASN
Bagaimana dengan guru honorer atau guru non-ASN yang belum diangkat PPPK? Di sinilah sering muncul kekhawatiran: apakah ppg 2026 digaji juga untuk guru non-ASN, atau hanya untuk ASN?
Kabar baiknya, guru non-ASN yang bersertifikat pendidik juga berhak mendapatkan TPG, dengan besaran yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp2.000.000 per bulan mulai 2026-01-04T00:00:00.000+07:00. Angka ini naik dari skema sebelumnya dan menjadi bentuk pengakuan negara terhadap profesi guru, meskipun belum berstatus ASN.
Jadi, kalau saat ini Anda masih guru honorer dengan gaji, misalnya, Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan, lalu Anda berhasil lulus PPG dan mendapatkan sertifikat pendidik, maka Anda berpeluang menerima tambahan Rp2.000.000 per bulan sebagai TPG. Inilah jawaban konkret atas kekhawatiran apakah ppg 2026 digaji untuk guru non-ASN: ya, ada tunjangan profesi yang jelas dan nominalnya sudah ditetapkan.
3. Perubahan Mekanisme Pembayaran: Dari Per 3 Bulan Menjadi Bulanan
Satu lagi poin penting yang sering luput ketika orang membahas apakah ppg 2026 digaji adalah mekanisme pencairan TPG. Sebelumnya, TPG sering dibayarkan per tiga bulan, sehingga guru harus menunggu cukup lama dan sering kali terjadi keterlambatan.
Mulai 2026, pemerintah menargetkan TPG akan ditransfer langsung setiap bulan ke rekening guru. Ini disampaikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam momentum Hari Guru Nasional 2025. Perubahan ini sangat signifikan, karena:
- Membantu guru mengatur keuangan bulanan dengan lebih stabil.
- Mengurangi ketidakpastian dan kecemasan menunggu pencairan.
- Menunjukkan bahwa negara mulai lebih serius dalam manajemen kesejahteraan guru.
Jadi, ketika Anda bertanya apakah ppg 2026 digaji, jangan hanya melihat “ada atau tidaknya tunjangan”, tetapi juga lihat bahwa pola pembayarannya dibuat lebih manusiawi dan berpihak pada kebutuhan hidup bulanan guru.
Hubungan PPG, PPPK, dan Beasiswa S1: Jalan Panjang tapi Jelas Menuju Kesejahteraan
Sekarang, mari kita kaitkan lagi dengan realitas Anda sebagai guru honorer yang mungkin masih bertanya-tanya: “Saya belum S1, belum PPPK, belum ikut PPG. Apakah ppg 2026 digaji juga relevan untuk saya?”
Jawabannya: sangat relevan. Justru sekaranglah momen Anda menyusun langkah.
1. PPG 2025–2026: Gelombang Besar Peserta
Pada 2025, PPG diikuti oleh sekitar 808.865 guru. Ini menunjukkan bahwa pemerintah sedang mendorong percepatan sertifikasi guru secara besar-besaran. Lulusan PPG 2026 inilah yang akan langsung masuk ke skema TPG bulanan.
Artinya, kalau Anda bisa masuk ke gelombang PPG ini, pertanyaan apakah ppg 2026 digaji akan berubah menjadi: “Kapan tepatnya TPG saya cair?”, bukan lagi “apakah saya akan digaji atau tidak”.
2. Beasiswa S1 RPL: Jalan Bagi Guru yang Belum Sarjana
Bagi Anda yang masih terkendala ijazah (misalnya masih D3 atau belum S1), pemerintah juga menyiapkan Beasiswa S1 RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau). Pada 2026, kuota beasiswa ini direncanakan untuk 162.500 guru, naik drastis dari 12.500 pada 2025, dengan bantuan biaya sekitar Rp3 juta per semester.
Ini penting karena:
- Syarat ikut PPG umumnya adalah minimal S1.
- Dengan RPL, pengalaman mengajar Anda diakui sebagai bagian dari beban studi.
- Setelah lulus S1, Anda bisa ikut PPG, lalu mengejar sertifikat pendidik, dan akhirnya TPG.
Jadi, kalau Anda masih jauh dari PPG, jangan putus asa. Justru sekarang Anda bisa mulai dari beasiswa S1 RPL dulu. Dengan begitu, ketika orang lain baru mulai bertanya apakah ppg 2026 digaji, Anda sudah berada di jalur yang jelas menuju TPG.
3. Gaji PPPK dan Potensi Kenaikan
Untuk guru yang sudah atau akan menjadi PPPK, gaji diatur dalam Perpres 98/2020. Ada pembahasan mengenai potensi kenaikan sekitar Rp200.000 pada 2026, meskipun detail finalnya masih menunggu kebijakan resmi. Namun, yang perlu Anda garis bawahi adalah:
- Sebagai PPPK, Anda punya gaji pokok tetap.
- Setelah bersertifikat pendidik, Anda berhak atas TPG setara satu kali gaji pokok.
- Jadi, total penghasilan Anda bisa menjadi jauh lebih layak dibanding saat masih honorer.
Inilah mengapa pertanyaan apakah ppg 2026 digaji tidak bisa dipisahkan dari strategi Anda mengejar PPPK dan sertifikasi. Ketiganya saling menguatkan dan akan sangat menentukan kualitas hidup Anda dan keluarga.
Sampai di sini, mungkin Anda sudah mulai merasa sedikit lega karena jawaban atas apakah ppg 2026 digaji ternyata cukup jelas dan menjanjikan. Namun, masalahnya bukan hanya di “nanti digaji berapa”, tetapi juga di “bagaimana saya bisa bertahan belajar dan lulus PPG di tengah kesibukan mengajar dan urusan rumah?”.
Sebagai guru honorer, Anda mungkin mengalami hal-hal ini:
- Mengajar dari pagi sampai siang, kadang lanjut les atau bimbel sore.
- Malam hari baru sempat membuka modul PPG, latihan soal, atau menonton rekaman kelas.
- Weekend yang seharusnya istirahat malah dipakai untuk tugas PPG, RPP, atau microteaching.
- Rasa bersalah ke keluarga karena waktu berkurang, tapi juga takut gagal kalau tidak belajar.
Di sinilah Anda perlu strategi manajemen waktu dan mental yang realistis, bukan sekadar motivasi kosong.
1. Bedakan “Waktu Kerja”, “Waktu Belajar”, dan “Waktu Pulih”
Pertama, akui bahwa Anda bukan mesin. Untuk bisa sampai ke titik di mana pertanyaan apakah ppg 2026 digaji berubah menjadi kenyataan TPG di rekening, Anda butuh stamina jangka panjang.
Cobalah membagi hari Anda menjadi tiga blok:
- Waktu Kerja (Mengajar dan Administrasi)
Fokus di jam ini untuk tugas sekolah: mengajar, mengoreksi, mengisi administrasi. Jangan mencampur dengan belajar PPG, supaya energi tidak cepat habis. - Waktu Belajar (PPG/Latihan Soal)
Pilih 1–2 jam yang paling realistis, misalnya:- Setelah Isya, 20.00–22.00, atau
- Pagi buta sebelum subuh, jika Anda tipe morning person.
Di jam ini, fokus pada:
- Membaca ringkasan, bukan semua modul sekaligus.
- Latihan soal pretest PPG.
- Menyusun RPP/Modul Ajar sederhana untuk latihan.
- Waktu Pulih (Istirahat dan Keluarga)
Minimal 30–60 menit sehari tanpa gangguan: tanpa HP, tanpa modul, tanpa grup WA. Bisa dipakai untuk:- Ngobrol dengan pasangan/anak.
- Sekadar rebahan tanpa rasa bersalah.
- Jalan kaki ringan atau stretching.
Dengan pola ini, Anda tidak memaksa diri belajar seharian, tetapi tetap konsisten. Ingat, untuk menjawab apakah ppg 2026 digaji dengan hasil nyata, yang Anda butuhkan adalah konsistensi, bukan kelelahan ekstrem.
2. Belajar dengan Cara “Cerdas”, Bukan Sekadar Lama
Banyak guru honorer yang sudah sangat lelah, tetapi merasa “belum belajar cukup” karena mengukur belajar dari lamanya waktu, bukan kualitasnya. Padahal, untuk lulus PPG dan akhirnya merasakan jawaban konkret atas apakah ppg 2026 digaji, Anda perlu belajar dengan cara yang lebih terarah.
Beberapa tips praktis:
- Fokus pada kompetensi inti: pedagogik, profesional, dan literasi-numerasi.
- Untuk pedagogik, pahami:
- Prinsip pembelajaran berdiferensiasi.
- Asesmen diagnostik dan formatif.
- Pengelolaan kelas dan motivasi belajar siswa.
- Untuk profesional, fokus pada:
- Konsep-konsep dasar mata pelajaran Anda.
- Soal-soal aplikasi, bukan hanya hafalan.
- Biasakan latihan soal studi kasus: misalnya, bagaimana Anda menangani siswa yang pasif, kelas yang gaduh, atau perbedaan kemampuan dalam satu kelas.
Di sinilah bimbingan belajar online dan tryout PPG bisa membantu Anda menghemat waktu. Daripada bingung menyusun materi sendiri, Anda bisa langsung mengerjakan soal yang sudah disusun sesuai kisi-kisi resmi, sehingga jam belajar yang sedikit menjadi jauh lebih efektif.
Sebagai jembatan, kalau Anda merasa butuh panduan terstruktur dan latihan soal yang mirip dengan pretest PPG asli, Anda bisa mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online dan tryout PPG yang memang dirancang khusus untuk guru honorer seperti Anda, supaya perjuangan menuju TPG 2026 lebih terarah dan tidak menguras energi sia-sia.
3. Mengelola Rasa Lelah dan Ragu
Yang sering tidak dibicarakan ketika orang membahas apakah ppg 2026 digaji adalah beban emosional guru honorer. Anda mungkin pernah berpikir:
- “Saya sudah mengajar belasan tahun, tapi status masih honorer.”
- “Takut gagal PPG, malu sama teman-teman.”
- “Takut sudah capek-capek belajar, tapi tidak lulus.”
Perasaan ini wajar. Namun, coba lihat dari sudut pandang lain:
- Anda bukan mulai dari nol; Anda sudah punya pengalaman mengajar nyata yang tidak dimiliki banyak orang.
- PPG bukan ujian kecerdasan semata, tetapi juga ujian ketekunan dan konsistensi.
- Setiap jam yang Anda habiskan untuk belajar hari ini adalah investasi untuk beberapa tahun ke depan, ketika TPG mulai cair setiap bulan.
Ingat, ketika Anda bertanya apakah ppg 2026 digaji, sebenarnya yang Anda cari bukan hanya uang, tetapi pengakuan bahwa kerja keras Anda sebagai guru layak dihargai. Dan sertifikat pendidik adalah bentuk pengakuan itu, baik secara profesional maupun finansial.
Jangan biarkan rasa lelah hari ini menghapus pandangan Anda terhadap masa depan itu. Atur waktu, jaga kesehatan, dan izinkan diri Anda percaya bahwa sertifikat pendidik dan TPG adalah hak yang layak Anda perjuangkan, bukan sekadar mimpi.
Agar pembahasan ini tidak berhenti di teori, mari kita ubah pertanyaan Anda dari “apakah ppg 2026 digaji” menjadi “apa yang harus saya lakukan mulai sekarang supaya saya termasuk yang menerima TPG 2026–2027?”.
Strategi Konkret Menuju TPG Bulanan
- Petakan Posisi Anda Saat Ini
- Apakah Anda sudah S1?
- Apakah Anda sudah ikut atau lulus PPG?
- Apakah Anda sudah ASN (PNS/PPPK) atau masih honorer?
- Kalau Belum S1
- Cari informasi tentang Beasiswa S1 RPL untuk guru.
- Hitung: berapa semester yang Anda butuhkan kalau pengalaman mengajar diakui?
- Targetkan lulus S1 secepat mungkin agar bisa ikut PPG.
- Kalau Sudah S1 tapi Belum PPG
- Pantau jadwal pendaftaran PPG Dalam Jabatan atau Prajabatan.
- Mulai belajar dari sekarang: materi pedagogik, profesional, dan latihan soal.
- Ikut tryout PPG untuk mengukur kemampuan dan memperbaiki kelemahan.
- Kalau Sedang atau Akan Mengikuti PPG
- Atur jadwal harian: mengajar–belajar–istirahat seperti yang dibahas tadi.
- Fokus pada tugas-tugas inti: RPP/Modul Ajar, perangkat asesmen, dan microteaching.
- Jangan ragu minta bantuan teman sejawat atau komunitas belajar.
- Kalau Sudah Lulus PPG dan Bersertifikat Pendidik
- Pastikan data Anda di Dapodik/EMIS dan sistem kepegawaian sudah benar.
- Pahami mekanisme pengajuan TPG di instansi Anda.
- Pantau informasi terbaru soal pencairan TPG bulanan mulai 2026-01-04T00:00:00.000+07:00.
Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan apakah ppg 2026 digaji adalah: ya, PPG adalah pintu menuju Tunjangan Profesi Guru yang dibayarkan bulanan mulai 2026-01-04T00:00:00.000+07:00, dengan skema:
- Guru ASN (PNS/PPPK): TPG = 1 kali gaji pokok per bulan.
- Guru non-ASN: TPG = Rp2.000.000 per bulan.
Namun, yang jauh lebih penting dari sekadar angka adalah perjuangan Anda hari ini. Setiap kali Anda pulang mengajar dalam keadaan lelah, lalu tetap membuka modul PPG atau mengerjakan latihan soal, Anda sedang menyiapkan masa depan di mana:
- Anda tidak lagi harus menghitung sisa uang sampai akhir bulan dengan cemas.
- Anda bisa lebih tenang membiayai pendidikan anak.
- Anda diakui bukan hanya sebagai “guru honorer”, tetapi sebagai guru profesional bersertifikat yang diakui negara.
Mulai hari ini, ubah pertanyaan di kepala Anda dari “apakah ppg 2026 digaji?” menjadi “apa yang bisa saya lakukan hari ini supaya saya termasuk guru yang menerima TPG bulanan di 2026 dan seterusnya?”. Anda sudah sejauh ini bertahan. Tinggal satu langkah lagi: belajar dengan lebih terarah, ikut seleksi PPG dengan persiapan matang, dan izinkan diri Anda merasakan hidup sebagai guru yang bukan hanya mengabdi, tetapi juga sejahtera dan dihargai.
Baca Juga : Gaji Lulusan PPG Periode 4 Siap Naik Besar di PPPK 2026?!
Sumber Referensi
- DETIK.COM – Mendikdasmen: Pada 2026 Tunjangan Guru Diusahakan Ditransfer Tiap Bulan
- PPG.KEMENAG.GO.ID – Tunjangan Profesi Guru Naik, Guru Non ASN Dapat Rp2 Juta Per Bulan
- DEALLS.COM – Gaji Guru PNS: Tugas, Tunjangan, dan Jenjang Karier
- PORTALSULUT.PIKIRAN-RAKYAT.COM – Berapa Gaji PPPK 2026, Benarkah Naik Rp200 Ribu? Ini Daftarnya
Program Value Jadi PPG
“Menjadi guru profesional bersama JadiPPG Join grup dan kegiatan update👇🏻”
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPPG: Temukan aplikasi JadiPPG di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPPG Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “bimbelppg” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiPPG karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal PPG 2024!!!
- Dapatkan ribuan soal PPG 2024 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi PPG 2024
- Ratusan Latsol PPG 2024
- Puluhan paket Simulasi PPG 2024
- dan masih banyak lagi yang lainnya

