PPG Guru Tertentu Dihapus Fakta Resmi dan Strategi Agar Tetap Punya Peluang!

ppg guru tertentu dihapus – isu ini belakangan bikin banyak guru honorer makin cemas di tengah perjuangan ikut seleksi PPG dan PPPK. Di satu sisi, Anda sedang fokus mengejar sertifikasi pendidik demi kesejahteraan dan pengakuan profesional. Di sisi lain, beredar kabar bahwa mulai 2026 PPG Guru Tertentu (dulu dikenal sebagai PPG Dalam Jabatan) akan dihentikan, sehingga banyak yang takut “kehabisan kesempatan” dan merasa perjuangan panjang ini sia-sia.

Padahal, di saat yang sama, seleksi PPPK makin ketat, dan sertifikat pendidik masih jadi salah satu kunci penting untuk daya saing dan peningkatan penghasilan. Di sinilah pentingnya kita luruskan informasi, bedakan fakta dan rumor, lalu susun strategi belajar dan manajemen waktu yang realistis agar Anda tetap bisa mengajar dengan baik sambil mempersiapkan diri menghadapi seleksi PPG dan PPPK.

Baca Juga: SOAL PPG daljab 2026 Bikin Guru Honorer Waspada tapi Tetap Waras!

ppg guru tertentu dihapus: Fakta Resmi vs Isu di Medsos

ppg guru tertentu dihapus

Sebelum lelah hati dan pikiran karena isu ppg guru tertentu dihapus, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: “Sumber resminya apa? Benar-benar sudah diputuskan pemerintah, atau baru sebatas spekulasi?”

Isu ini awalnya muncul dari potongan video pendek di media sosial—Instagram, YouTube Shorts, dan platform lain—yang menampilkan seorang narasumber mengklaim bahwa PPG bagi Guru Tertentu hanya berlangsung sampai 2025. Dalam video itu disebutkan bahwa mulai 2026 hanya akan ada PPG Prajabatan untuk calon guru baru, sementara guru yang sudah mengajar (guru tertentu/dalam jabatan) tidak lagi punya jalur PPG.

Potongan video seperti ini sangat mudah viral. Apalagi, banyak guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengajar, belum tersertifikasi, dan sedang menunggu giliran PPG. Wajar jika kolom komentar penuh dengan kekhawatiran:

  • “Kalau benar ppg guru tertentu dihapus, bagaimana nasib kami?”
  • “Apakah sertifikasi kami batal?”
  • “Apakah kami tidak bisa lagi ikut PPG?”

Namun, di tengah kegaduhan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) langsung memberikan klarifikasi resmi. Dirjen GTK, Nunuk Suryani, pada 19 Agustus 2025 di Jakarta Barat, menegaskan bahwa isu penghentian PPG bagi Guru Tertentu pada 2026 adalah tidak benar. Pemerintah menyatakan bahwa program PPG Guru Tertentu akan terus dilaksanakan hingga semua guru tersertifikasi.

Artinya, klaim ppg guru tertentu dihapus mulai 2026 tidak sesuai dengan pernyataan resmi pemerintah. Di sini, posisi Anda sebagai guru honorer perlu kembali tenang: program masih berjalan, sasaran sertifikasi masih berlanjut, dan peluang Anda belum tertutup.

Lebih jauh, Kemendikdasmen juga menyebut bahwa mereka bahkan tidak mengenal narasumber yang ada di video tersebut. Ini menegaskan bahwa informasi yang beredar di medsos bukanlah rilis resmi, melainkan opini atau interpretasi sepihak yang belum tentu akurat.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk “menyerah” karena merasa ppg guru tertentu dihapus, pastikan dulu Anda memegang data yang benar.

Karena justru sekarang, ketika program masih berjalan dan kuota masih dibuka, inilah saat yang paling tepat untuk memaksimalkan persiapan.

Kondisi Terkini Program PPG Guru Tertentu: Kuota, Target, dan Arah Kebijakan

ppg guru tertentu dihapus

Setelah tahu bahwa isu ppg guru tertentu dihapus belum terbukti secara resmi, pertanyaan berikutnya adalah: “Lalu, bagaimana status program PPG Guru Tertentu saat ini? Apakah masih ada kuota? Apakah masih relevan untuk dikejar?”

Pada tahun 2025 (mengacu pada waktu 2025-12-27T00:00:00.000+07:00), pemerintah menargetkan sekitar 800 ribu guru untuk mengikuti program PPG Guru Tertentu. Angka ini bukan angka kecil. Ini menunjukkan bahwa pemerintah masih sangat serius menyelesaikan sertifikasi guru yang sudah mengabdi.

Dari target tersebut:

  • Pada periode pertama, sekitar 600 ribu guru sudah mengikuti program.
  • Pada periode kedua, masih dibuka seleksi administrasi untuk sisa 200 ribu kuota.

Ini berarti, alih-alih ppg guru tertentu dihapus, justru pada tahun-tahun terakhir ini pemerintah sedang “ngegas” untuk mempercepat sertifikasi. Kuota besar, seleksi administrasi masih dibuka, dan guru non-ASN penerima insentif juga didorong untuk ikut PPG.

Kemendikdasmen juga menyampaikan bahwa jika ada kendala dalam pelaksanaan, program akan tetap berlanjut dan diprioritaskan hingga semua guru tersertifikasi. Ini penting untuk Anda pahami: program tidak serta-merta berhenti hanya karena ada isu di media sosial. Ada komitmen jangka panjang untuk menyelesaikan sertifikasi guru yang sudah lama mengabdi.

Di sisi lain, memang ada kajian kebijakan yang sedang dibahas. Beberapa laporan menyebut bahwa Dirjen GTK sedang mengkaji kemungkinan skema baru, di mana lulusan sarjana pendidikan bisa langsung diakui sebagai guru profesional tanpa harus melalui seleksi PPG terpisah seperti sekarang. Namun, kajian ini:

  • Masih dalam tahap pembahasan.
  • Belum final.
  • Belum ada keputusan resmi yang menyatakan ppg guru tertentu dihapus total.

Sumber-sumber seperti jadippg.id juga menegaskan bahwa program PPG tidak dihentikan untuk guru honorer/non-PNS. Jadi, posisi Anda sebagai guru honorer masih sangat relevan dalam skema PPG Guru Tertentu.

Dengan kata lain, yang sedang terjadi bukan “penghapusan mendadak”, tetapi lebih ke arah transisi kebijakan jangka panjang yang masih dikaji. Sementara kajian itu berjalan, program PPG Guru Tertentu tetap berjalan, kuota tetap dibuka, dan Anda tetap punya kesempatan.

Di titik ini, yang paling penting bukan lagi bertanya “apakah ppg guru tertentu dihapus?”, tetapi “bagaimana saya memanfaatkan kesempatan yang ada sekarang sebaik mungkin, sambil tetap siap jika kebijakan berubah?”

Dan di sinilah manajemen waktu, strategi belajar, dan ketahanan mental Anda sebagai guru honorer diuji.

Mengapa Isu ppg guru tertentu dihapus Sangat Mengguncang Guru Honorer?

ppg guru tertentu dihapus

Bagi banyak guru honorer, isu ppg guru tertentu dihapus bukan sekadar kabar kebijakan. Ini menyentuh langsung ke rasa lelah, harapan, dan kecemasan yang sudah menumpuk bertahun-tahun.

Anda mungkin mengalami beberapa hal ini:

  • Mengajar dari pagi sampai siang, kadang sampai sore, dengan honor yang jauh dari kata layak.
  • Pulang ke rumah masih harus mengurus keluarga, anak, atau orang tua.
  • Di sela-sela itu, Anda berusaha belajar materi PPG, menyiapkan berkas administrasi, dan mengikuti info terbaru yang sering berubah.
  • Anda melihat teman-teman yang sudah tersertifikasi mulai merasakan tunjangan profesi, sementara Anda masih menunggu giliran.

Ketika muncul kabar ppg guru tertentu dihapus, wajar jika rasanya seperti “pintu terakhir” akan ditutup. Seolah-olah perjuangan bertahun-tahun mengajar sambil menunggu PPG akan berakhir tanpa hasil.

Namun, justru di sinilah pentingnya memilah informasi dan menjaga mental. Karena jika Anda terlalu larut dalam kecemasan, yang paling dirugikan adalah diri sendiri: semangat belajar turun, fokus mengajar terganggu, dan ketika kesempatan seleksi benar-benar dibuka, Anda tidak dalam kondisi siap.

Padahal, sertifikat pendidik masih menjadi salah satu kunci penting untuk:

  • Meningkatkan kesejahteraan (tunjangan profesi).
  • Meningkatkan posisi tawar dalam seleksi PPPK.
  • Mendapat pengakuan sebagai guru profesional di mata negara dan masyarakat.

Jadi, alih-alih berhenti karena takut ppg guru tertentu dihapus, justru sekarang saatnya Anda mengatur ulang strategi: bagaimana tetap mengajar dengan baik, tetap hadir untuk murid, sambil pelan-pelan tapi konsisten mempersiapkan diri untuk PPG dan seleksi terkait.

Manajemen Waktu Guru Honorer: Mengajar Sambil Menyiapkan PPG

Salah satu tantangan terbesar guru honorer adalah waktu. Anda bukan hanya guru, tapi juga mungkin:

  • Orang tua di rumah.
  • Anak yang masih menanggung orang tua.
  • Pengurus kegiatan di masyarakat.
  • Bahkan mungkin punya pekerjaan sampingan lain.

Di tengah semua itu, Anda diminta mempersiapkan diri menghadapi seleksi PPG, membaca regulasi yang berubah, dan menguasai materi pedagogik serta profesional. Di sinilah banyak guru merasa kewalahan, apalagi ketika mendengar isu ppg guru tertentu dihapus yang membuat mereka merasa “harus cepat-cepat sekarang juga”.

Untuk itu, mari kita susun pendekatan yang lebih realistis dan manusiawi.

Strategi Belajar PPG yang Lebih Realistis

1. Bedakan antara “Waktu Belajar Ideal” dan “Waktu Belajar Nyata”

Dalam bayangan, mungkin Anda ingin belajar 3–4 jam per hari. Tapi dalam kenyataan, dengan jadwal mengajar dan urusan rumah, mungkin hanya bisa 1–1,5 jam. Itu tidak apa-apa.

Yang penting bukan lamanya, tetapi konsistensi. Daripada memaksa 4 jam sehari tapi hanya bertahan seminggu, lebih baik 1 jam sehari tapi bertahan berbulan-bulan sampai hari seleksi.

Cobalah:

  • Pilih 1–2 jam “emas” dalam sehari, misalnya:
    • Pagi sebelum berangkat mengajar (30–45 menit).
    • Malam setelah anak tidur (30–60 menit).
  • Gunakan waktu itu khusus untuk:
    • Mengerjakan latihan soal PPG.
    • Membaca ringkasan materi pedagogik.
    • Menyusun contoh RPP/Modul Ajar.

Dengan cara ini, Anda tetap bisa mengajar dengan fokus, tanpa merasa belajar PPG “mengambil” seluruh hidup Anda.

2. Gunakan Strategi “Belajar Dekat dengan Praktik”

Salah satu cara paling efektif untuk guru honorer adalah menghubungkan persiapan PPG dengan praktik mengajar sehari-hari. Jadi, bukan belajar dua hal yang terpisah, tetapi saling menguatkan.

Misalnya:

  • Saat menyusun RPP untuk kelas, sekalian latih diri menyusun RPP/Modul Ajar yang sesuai Kurikulum Merdeka seperti yang sering diminta di PPG.
  • Saat menghadapi masalah di kelas (siswa pasif, gaduh, sulit fokus), catat kasusnya. Nanti, kasus ini bisa Anda gunakan sebagai bahan latihan menjawab soal studi kasus (situational judgement) yang sering muncul di PPG.
  • Saat membuat asesmen, sekalian latih diri membedakan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif—konsep yang hampir pasti keluar di tes PPG.

Dengan cara ini, Anda tidak merasa sedang “belajar tambahan”, tetapi sedang menaikkan kualitas praktik mengajar yang sekaligus menjadi bekal PPG.

3. Tetapkan Target Kecil, Bukan Hanya Target Besar

Target besar Anda mungkin: “Lolos PPG tahun ini.” Itu bagus, tapi terlalu jauh dan abstrak. Bagi menjadi target-target kecil yang lebih konkret, misalnya:

  • Minggu ini: paham kembali konsep kompetensi pedagogik dasar dan mengerjakan 50 soal latihan.
  • Minggu depan: menyusun 1 contoh Modul Ajar lengkap untuk 1 topik.
  • Dua minggu ke depan: latihan menjawab 10 soal studi kasus pembelajaran.

Setiap target kecil yang tercapai akan memberi rasa “maju selangkah”, sehingga Anda tidak mudah putus asa meski isu ppg guru tertentu dihapus terus beredar.

Di titik ini, jika Anda merasa butuh panduan yang lebih terstruktur, Anda bisa mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online khusus PPG yang menyediakan jadwal belajar, latihan soal, dan simulasi tryout—ini akan menghemat waktu Anda karena materi sudah dirangkum dan diarahkan sesuai kebutuhan seleksi.

Menyikapi Kajian Penghapusan PPG Guru Tertentu: Antara Realitas dan Harapan

Kita kembali ke pertanyaan awal: bagaimana menyikapi kabar bahwa ada kajian yang mungkin mengarah pada ppg guru tertentu dihapus di masa depan?

Pertama, kita perlu bedakan antara:

  • Isu liar: klaim di media sosial bahwa PPG Guru Tertentu pasti berhenti 2026.
  • Kajian kebijakan: pembahasan internal pemerintah tentang kemungkinan skema baru pengakuan guru profesional.

Dari informasi yang ada, yang jelas adalah:

  • Pemerintah membantah bahwa PPG Guru Tertentu akan dihentikan pada 2026.
  • Program tetap berjalan, dengan target 800 ribu guru pada 2025.
  • Ada kajian tentang kemungkinan lulusan sarjana pendidikan langsung diakui sebagai guru profesional tanpa seleksi PPG terpisah, tetapi ini belum final dan belum menjadi keputusan resmi.
  • Sumber seperti jadippg.id menegaskan bahwa program tidak dihentikan untuk guru honorer/non-PNS.

Artinya, jika suatu saat nanti kebijakan berubah, kemungkinan besar akan ada masa transisi dan penyesuaian, bukan “besok tutup, hari ini selesai”. Pemerintah juga sudah menyatakan komitmen untuk menyelesaikan sertifikasi guru yang telah lama mengabdi.

Bagi Anda, sikap paling sehat adalah:

  • Tetap mengikuti informasi resmi dari Kemendikdasmen dan Dirjen GTK.
  • Tidak menjadikan isu ppg guru tertentu dihapus sebagai alasan untuk berhenti berjuang.
  • Justru memanfaatkan masa sekarang, ketika program masih berjalan dan kuota masih besar, untuk memaksimalkan persiapan.

Karena pada akhirnya, baik ada PPG Guru Tertentu maupun ada skema baru, kompetensi Anda sebagai guru tetap menjadi modal utama. Sertifikat pendidik adalah pengakuan formal, tetapi kemampuan mengajar, mengelola kelas, dan mendidik murid dengan hati adalah hal yang tidak bisa digantikan.

Menguatkan Mental: Anda Bukan Sekadar “Korban Kebijakan”

Di tengah isu ppg guru tertentu dihapus, mudah sekali bagi guru honorer merasa seperti “korban kebijakan”: aturan berubah, kuota terbatas, informasi simpang siur. Namun, penting untuk mengingat bahwa:

  • Anda adalah pendidik yang setiap hari berhadapan langsung dengan murid.
  • Anda punya pengaruh nyata di kelas, di sekolah, dan di lingkungan.
  • Perjuangan Anda untuk sertifikasi bukan sekadar soal tunjangan, tetapi juga soal pengakuan atas dedikasi yang sudah lama diberikan.

Untuk itu, beberapa hal ini bisa membantu menjaga ketahanan mental:

1. Akui rasa lelah Anda.

Tidak apa-apa merasa capek, kecewa, atau khawatir. Mengakui perasaan bukan tanda lemah, justru membuat Anda lebih jujur pada diri sendiri.

2. Bangun komunitas kecil sesama pejuang PPG.

Diskusikan materi, saling berbagi informasi resmi, dan saling mengingatkan untuk tidak mudah percaya isu tanpa sumber jelas. Dukungan teman seperjuangan sering kali lebih menenangkan daripada membaca komentar panik di media sosial.

3. Fokus pada hal yang bisa Anda kendalikan.

Anda tidak bisa mengontrol apakah ppg guru tertentu dihapus di masa depan atau tidak. Tapi Anda bisa mengontrol:

  • Seberapa sering Anda belajar.
  • Seberapa baik Anda mempersiapkan berkas administrasi.
  • Seberapa serius Anda memperbaiki kualitas mengajar.

4. Ingat tujuan awal Anda menjadi guru.

Sebelum ada PPG, PPPK, atau isu kebijakan, Anda memilih menjadi guru karena ingin mendidik. Sertifikasi dan tunjangan adalah hak yang layak Anda perjuangkan, tetapi jangan biarkan isu kebijakan memadamkan api panggilan hati Anda.

Jika semua ini terasa berat, tidak apa-apa mencari bantuan: ikut kelas persiapan, konsultasi dengan mentor, atau sekadar curhat dengan teman guru lain. Anda tidak harus menghadapi semua ini sendirian.

Pada akhirnya, isu ppg guru tertentu dihapus mungkin akan terus muncul dalam berbagai bentuk. Tapi selama Anda memegang informasi resmi, menjaga semangat belajar, dan mengatur waktu dengan bijak, peluang Anda untuk meraih sertifikat pendidik tetap terbuka lebar.

Dan ketika hari itu tiba—ketika Anda akhirnya memegang sertifikat pendidik di tangan—semua lelah ini akan terasa jauh lebih ringan dibandingkan rasa bangga yang Anda rasakan sebagai guru profesional yang diakui negara.

Anda sudah berjalan sejauh ini. Jangan berhenti hanya karena kabar yang belum tentu benar. Teruskan langkah, pelan tapi pasti. Murid-murid Anda, dan masa depan Anda sendiri, sedang menunggu hasil dari keteguhan hati hari ini.

Sumber Referensi

  • DETIK.COM – Ada Isu PPG Bagi Guru Tertentu Dihentikan pada 2026, Kemendikdasmen: Tidak Benar
  • ANTARANEWS.COM – Kemendikdasmen bantah isu PPG guru tertentu dihentikan pada 2026
  • TIRTO.ID – Seleksi PPG Guru Tertentu 2026 Ditiadakan? Cek Infonya di Sini
  • JADIPPG.ID – Apakah PPG Akan Dihapus 2026? Fakta Resmi

Program Value Jadi PPG

“Menjadi guru profesional bersama JadiPPG Join grup dan kegiatan update👇🏻”

Kelas Intensif Calon Guru 2025
Kelas Intensif Calon Guru 2025
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPPG: Temukan aplikasi JadiPPG di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPPG Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “bimbelppg” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiPPG karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal PPG 2024!!!

  • Dapatkan ribuan soal PPG 2024 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi PPG 2024
  • Ratusan Latsol PPG 2024
  • Puluhan paket Simulasi PPG 2024
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Scroll to Top