Apa Itu UKIN PPG Rahasia Lulus UKIN untuk Guru Honorer Terungkap!

Apa Itu UKIN PPG – pertanyaan ini mungkin sudah berkali-kali muncul di kepala kamu yang sedang berjuang ikut seleksi PPG, sambil tetap mengajar, sambil tetap mengurus keluarga, sambil tetap memikirkan masa depan dan kelayakan gaji. Di tengah persaingan PPPK yang makin ketat dan tuntutan sertifikat pendidik sebagai salah satu syarat utama peningkatan kesejahteraan, memahami apa itu UKIN PPG bukan lagi sekadar “butuh tahu”, tapi sudah masuk kategori “wajib paham kalau mau lulus”.

Di seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG), terutama PPG Dalam Jabatan, banyak guru honorer merasa: “Tes tulis saja sudah berat, kok masih ada UKIN segala?” Padahal, justru di sinilah letak pembuktian bahwa kamu bukan hanya bisa menjawab soal pedagogik dan profesional di atas kertas, tetapi juga benar-benar mampu mengajar secara nyata di kelas.

UKIN PPG adalah gerbang terakhir yang menentukan apakah perjuanganmu selama ini akan berbuah sertifikat pendidik—yang kemudian membuka jalan ke PPPK, kenaikan tunjangan, dan pengakuan profesional yang selama ini kamu perjuangkan.

Supaya kamu tidak lagi bingung, cemas, atau merasa “gelap” menghadapi tahap ini, mari kita kupas tuntas apa itu UKIN PPG, bagaimana bentuk ujiannya, apa saja komponennya, dan yang paling penting: bagaimana cara menyiapkan diri secara realistis bagi guru honorer yang waktunya terbatas, tapi tekadnya besar.

Memahami Apa Itu UKIN PPG: Bukan Sekadar Ujian, Tapi Cermin Kesiapanmu Menjadi Guru Profesional

Apa Itu UKIN PPG

Sebelum masuk ke teknis, kita luruskan dulu definisinya. Ketika kamu bertanya apa itu ukin ppg, yang dimaksud adalah Uji Kinerja dalam Program Pendidikan Profesi Guru. Ini adalah bentuk penilaian yang fokus pada kompetensi praktis kamu sebagai calon guru profesional.

Kalau pretest, UP (Uji Pengetahuan), atau tes-tes lain lebih banyak menguji pengetahuan konseptual (teori pedagogik, profesional, dll.), maka UKIN PPG menguji:

  • Sejauh mana kamu mampu merencanakan pembelajaran (misalnya lewat RPP atau modul ajar).
  • Sejauh mana kamu mampu melaksanakan pembelajaran (praktik mengajar nyata, biasanya direkam dalam bentuk video atau diobservasi).
  • Sejauh mana kamu mampu mengevaluasi dan merefleksikan pembelajaran (bagaimana kamu menilai hasil belajar siswa, lalu memperbaiki pembelajaran berikutnya).
  • Sejauh mana kamu menunjukkan kinerja profesional lewat bukti-bukti dalam portofolio (pengembangan diri, penelitian tindakan kelas, inovasi, pengabdian, prestasi, dan sebagainya).

Dengan kata lain, ketika kita bicara apa itu ukin ppg, kita sedang bicara tentang ujian yang menjawab pertanyaan besar:

“Kalau besok kamu berdiri di kelas sebagai guru bersertifikat, apakah kamu benar-benar siap dan layak?”

Karena itu, tujuan utama UKIN PPG adalah:

  1. Menilai kompetensi praktis peserta PPG—bukan hanya bisa teori, tapi benar-benar bisa mengajar.
  2. Mengukur capaian pembelajaran (CPL) PPG dari sisi praktik: mulai dari penyusunan perangkat ajar, penguasaan kelas, penggunaan media, sampai evaluasi pembelajaran.
  3. Memastikan kesiapan profesional kamu sebagai guru yang akan memegang sertifikat pendidik dan berhak atas tunjangan profesi.

Di tengah situasi seleksi PPPK yang makin kompetitif, pemahaman mendalam tentang apa itu ukin ppg akan membantumu menyusun strategi belajar yang tepat: bukan hanya mengejar lulus tes pengetahuan, tetapi juga benar-benar mempersiapkan diri untuk tampil maksimal di UKIN.

Bentuk UKIN PPG: Praktik Mengajar dan Portofolio yang Mencerminkan “Diri Profesional” Kamu

Apa Itu UKIN PPG

Setelah paham gambaran besarnya, sekarang kita masuk ke bentuk konkret UKIN. Ketika kamu mencari apa itu ukin ppg, kamu akan menemukan bahwa uji ini umumnya terdiri dari dua komponen utama:

  • Praktik pembelajaran (praktik mengajar)
  • Portofolio kinerja profesional

Keduanya saling melengkapi. Praktik mengajar menunjukkan aksi nyata di kelas, sedangkan portofolio menunjukkan rekam jejak dan keseriusanmu mengembangkan diri sebagai guru.

1. Praktik Pembelajaran: Video atau Observasi Langsung

Pada bagian ini, apa itu ukin ppg akan terasa sangat “nyata”, karena kamu diminta menunjukkan kemampuan mengajar secara langsung. Bentuknya bisa:

  • Rekaman video praktik pembelajaran di kelas (paling umum di PPG Dalam Jabatan).
  • Observasi langsung oleh asesor (lebih sering diatur oleh perguruan tinggi penyelenggara, tergantung juknis).

Dalam praktik pembelajaran ini, asesor biasanya menilai beberapa aspek penting, antara lain:

  • Perangkat pembelajaran: RPP atau modul ajar yang kamu susun—apakah sudah sesuai kurikulum, jelas, runtut, dan realistis.
  • Penguasaan materi: Apakah kamu menguasai konten pelajaran yang diajarkan, tidak salah konsep, dan mampu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
  • Pengelolaan kelas: Bagaimana kamu membuka pelajaran, membangun kedekatan dengan siswa, mengelola waktu, mengatur interaksi, dan menangani dinamika kelas.
  • Strategi dan metode pembelajaran: Apakah kamu menggunakan pendekatan yang sesuai (misalnya saintifik, PBL, project-based, atau pendekatan yang selaras dengan Kurikulum Merdeka).
  • Penggunaan media dan teknologi: Apakah kamu memanfaatkan media pembelajaran (powerpoint, video, alat peraga, platform digital) secara efektif, bukan sekadar formalitas.
  • Penilaian hasil belajar: Apakah ada asesmen formatif/sumatif, bagaimana kamu memberi umpan balik, dan bagaimana kamu menindaklanjuti hasil belajar siswa.
  • Refleksi pembelajaran: Apakah kamu mampu menyadari kekuatan dan kelemahan pembelajaranmu, lalu merencanakan perbaikan.

Dalam beberapa panduan, penilaian praktik ini menggunakan skala tertentu (misalnya 0–10 per indikator), yang kemudian diakumulasi menjadi skor akhir UKIN. Di sinilah pentingnya tidak hanya tahu apa itu ukin ppg, tetapi juga memahami indikator penilaian yang digunakan asesor.

Baca Juga : Pendidikan Inklusif sebagai Kunci Sekolah yang Merangkul Semua

2. Portofolio: Kumpulan Bukti Kinerja Profesional

Kalau praktik mengajar adalah “panggung”, maka portofolio adalah “arsip prestasi dan proses belajarmu sebagai guru”. Ketika membahas apa itu ukin ppg, banyak peserta hanya fokus pada video praktik, padahal portofolio punya bobot penting dalam menilai profesionalisme kamu.

Secara umum, komponen portofolio UKIN PPG dapat mencakup:

  • Pengembangan diri
    Misalnya: keikutsertaan dalam pelatihan, workshop, webinar, diklat, MGMP, komunitas belajar, dan sejenisnya. Bukti berupa sertifikat, surat tugas, atau dokumentasi kegiatan.
  • Penelitian atau tindakan kelas (PTK)
    Misalnya: laporan PTK yang pernah kamu lakukan untuk mengatasi masalah pembelajaran di kelas (motivasi rendah, hasil belajar rendah, dll.), lengkap dengan latar belakang, tindakan, hasil, dan refleksi.
  • Refleksi pembelajaran
    Tulisan reflektif tentang pengalaman mengajar: apa yang berhasil, apa yang tidak, apa yang akan kamu perbaiki. Ini menunjukkan kedewasaan profesional dan kemampuan belajar dari pengalaman.
  • Pencarian dan penyajian informasi baru
    Misalnya: ringkasan artikel ilmiah yang kamu baca, adaptasi materi dari sumber terbaru, atau inovasi yang kamu buat berdasarkan referensi terkini.
  • Inovasi atau karya
    Bisa berupa media pembelajaran, modul ajar, LKPD kreatif, video pembelajaran, atau produk lain yang kamu buat sendiri dan digunakan dalam pembelajaran.
  • Pengabdian atau prestasi
    Misalnya: keterlibatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, lomba guru berprestasi, pendampingan siswa dalam lomba, atau penghargaan lain yang relevan.
  • Dokumentasi pendukung
    Foto kegiatan, hasil kerja siswa, produk ajar, dan dokumen lain yang menguatkan bukti-bukti di atas.

Portofolio ini bukan sekadar kumpulan kertas atau file. Dalam konteks apa itu ukin ppg, portofolio adalah narasi profesional yang menunjukkan bahwa kamu:

  • Terus belajar dan mengembangkan diri.
  • Peduli pada kualitas pembelajaran.
  • Mampu berinovasi dan berkontribusi di lingkungan sekolah.

Karena itu, menyusun portofolio bukan pekerjaan “dadakan semalam”. Idealnya, kamu mulai mengumpulkan bukti sejak jauh hari, lalu merapikannya sesuai format yang diminta juknis PPG dan perguruan tinggi penyelenggara.

Teknis Pelaksanaan UKIN PPG: Durasi, Jadwal, dan Variasi Antar Penyelenggara

Setelah tahu apa itu ukin ppg dan komponennya, pertanyaan berikutnya biasanya: “Pelaksanaannya seperti apa? Berapa lama? Apa sama untuk semua?”

Di sinilah pentingnya kamu menyadari bahwa detail teknis UKIN bisa berbeda antara:

  • PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan.
  • Satu perguruan tinggi penyelenggara dengan yang lain.

Namun, secara garis besar, pelaksanaan UKIN PPG Dalam Jabatan biasanya:

  • Dijadwalkan dalam rentang beberapa hari sesuai kalender PPG yang ditetapkan Kementerian dan perguruan tinggi.
  • Memiliki alokasi waktu khusus untuk:
    • Pengumpulan portofolio.
    • Pengunggahan video praktik pembelajaran.
    • Penilaian oleh asesor.

Pedoman resmi (juknis) dari kementerian dan portal PPG perguruan tinggi biasanya memuat:

  • Ketentuan penilaian (bobot praktik vs portofolio).
  • Alokasi waktu (misalnya kapan pengumpulan, kapan penilaian).
  • Format portofolio (struktur, jumlah halaman, jenis bukti).
  • Ketentuan teknis video (durasi, posisi kamera, kualitas suara, format file, dan lain-lain).

Karena itu, ketika kamu mempelajari apa itu ukin ppg, jangan berhenti di artikel umum saja. Kamu perlu:

  1. Mengunduh dan membaca juknis resmi UKPPG yang sesuai dengan kategori PPG-mu.
  2. Mengecek portal PPG perguruan tinggi tempat kamu terdaftar, karena sering ada petunjuk teknis tambahan (misalnya template portofolio, format penamaan file, dan sebagainya).

Detail kecil seperti salah format file, salah durasi video, atau salah struktur portofolio bisa mengganggu proses penilaian, padahal secara substansi kamu sudah bagus.

Indikator Penilaian UKIN: Apa Saja yang Sebenarnya Dicari Asesor?

Memahami apa itu ukin ppg belum lengkap tanpa membedah indikator penilaian. Ini penting supaya kamu tidak sekadar “asal mengajar” di video atau “asal mengumpulkan bukti” di portofolio.

Secara umum, indikator penilaian UKIN mencakup:

  1. Kualitas perangkat pembelajaran
    • RPP atau modul ajar jelas, sistematis, dan sesuai kurikulum.
    • Tujuan pembelajaran spesifik dan terukur.
    • Kegiatan pembelajaran selaras dengan tujuan dan asesmen.
  2. Penguasaan materi dan kelas
    • Penjelasan materi akurat, tidak menyesatkan.
    • Guru mampu menjawab pertanyaan siswa dengan tepat.
    • Suasana kelas kondusif, siswa terlibat aktif.
  3. Implementasi strategi pembelajaran
    • Metode dan model pembelajaran sesuai karakteristik materi dan siswa.
    • Ada aktivitas yang mendorong berpikir kritis, kolaborasi, atau kreativitas.
    • Guru tidak hanya ceramah, tetapi memberi ruang eksplorasi bagi siswa.
  4. Penggunaan media dan teknologi
    • Media relevan dan membantu pemahaman, bukan sekadar hiasan.
    • Jika menggunakan teknologi (misalnya presentasi, video, platform digital), penggunaannya lancar dan terintegrasi dengan kegiatan belajar.
  5. Penilaian hasil belajar siswa
    • Ada asesmen yang jelas (lisan, tertulis, praktik, atau produk).
    • Guru memberi umpan balik yang membangun.
    • Hasil asesmen digunakan untuk merencanakan tindak lanjut (remedial, pengayaan, dll.).
  6. Refleksi dan tindak lanjut pembelajaran
    • Guru mampu mengidentifikasi apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.
    • Ada rencana perbaikan konkret untuk pembelajaran berikutnya.
  7. Profesionalisme dan etika
    • Sikap guru sopan, menghargai siswa, dan menunjukkan integritas.
    • Penampilan dan komunikasi mencerminkan sosok pendidik yang layak menjadi teladan.

Ketika kamu memahami indikator ini, kamu tidak lagi sekadar bertanya apa itu ukin ppg, tetapi sudah bisa menyusun strategi: “Bagaimana saya menyiapkan RPP, mengajar, dan menyusun portofolio supaya setiap indikator ini terpenuhi?”

Strategi Persiapan UKIN PPG untuk Guru Honorer: Manajemen Waktu dan Langkah Praktis

Di titik ini, mungkin kamu mulai berpikir: “Teorinya paham, tapi saya ini guru honorer, jam mengajar padat, administrasi menumpuk, kapan sempat menyiapkan semua ini?”

Justru di sinilah pentingnya membahas apa itu ukin ppg dari sudut pandang manajemen waktu dan strategi realistis. Kamu tidak harus sempurna, tapi kamu perlu terencana.

1. Pecah Tugas Besar Menjadi Langkah Kecil

UKIN PPG terdiri dari dua tugas besar: praktik pembelajaran dan portofolio. Agar tidak kewalahan:

  • Untuk praktik pembelajaran:
    • Tentukan satu topik pelajaran yang paling kamu kuasai dan sering kamu ajarkan.
    • Susun RPP/modul ajar untuk topik itu terlebih dahulu.
    • Rencanakan skenario pembelajaran yang realistis dengan kondisi kelasmu.
    • Latih pembukaan, inti, dan penutupan pembelajaran beberapa kali (bisa di depan cermin atau direkam untuk evaluasi diri).
  • Untuk portofolio:
    • Buat daftar: pelatihan yang pernah diikuti, PTK yang pernah dibuat, media pembelajaran yang pernah kamu kembangkan, kegiatan pengabdian, dan prestasi.
    • Kumpulkan bukti fisik/digital (sertifikat, foto, file laporan, produk ajar).
    • Simpan dalam folder terstruktur (misalnya: Pengembangan Diri, PTK, Inovasi, Pengabdian, dll.).

Dengan cara ini, apa itu ukin ppg tidak lagi terasa sebagai “gunung besar yang menakutkan”, tetapi serangkaian langkah kecil yang bisa kamu cicil.

2. Manajemen Waktu untuk Guru Honorer: 30–60 Menit Per Hari

Kondisi guru honorer sering kali: mengajar pagi sampai siang, kadang sore, malam baru bisa belajar. Kuncinya adalah konsistensi kecil, bukan lembur besar sesekali.

Kamu bisa mencoba pola seperti ini:

  • Hari kerja (Senin–Jumat)
    • 30–45 menit malam hari: menyusun atau merevisi RPP/modul ajar.
    • 15–20 menit: menata file portofolio (scan sertifikat, rapikan folder, tulis ringkasan kegiatan).
  • Akhir pekan (Sabtu/Minggu)
    • 1–2 jam: latihan mengajar (bisa sambil benar-benar mengajar di kelas tambahan atau simulasi).
    • 1–2 jam: menulis refleksi pembelajaran dan merapikan portofolio.

Jika kamu konsisten, dalam beberapa minggu kamu akan melihat kemajuan signifikan. Di sinilah pemahaman apa itu ukin ppg menjadi motivasi: ini bukan sekadar tugas PPG, tapi investasi untuk masa depan kariermu.

3. Tips Teknis Pembuatan Video Praktik Pembelajaran

Karena praktik pembelajaran dalam UKIN PPG sering berbentuk video, ada beberapa hal teknis yang perlu kamu perhatikan:

  • Kualitas suara lebih penting daripada kualitas gambar
    Pastikan suara kamu jelas terdengar. Gunakan ruangan yang tidak terlalu bising, dan posisikan perekam (HP/kamera) di tempat yang bisa menangkap suara dengan baik.
  • Posisi kamera
    Usahakan kamera menangkap kamu dan sebagian besar siswa, sehingga asesor bisa melihat interaksi di kelas, bukan hanya kamu berdiri di depan.
  • Durasi sesuai juknis
    Jangan terlalu pendek atau terlalu panjang. Baca juknis atau panduan dari penyelenggara PPG untuk memastikan durasi yang tepat.
  • Tampilkan struktur pembelajaran lengkap
    Usahakan dalam video terlihat:
    • Kegiatan pembukaan (salam, apersepsi, penyampaian tujuan).
    • Kegiatan inti (penyajian materi, aktivitas siswa, diskusi).
    • Kegiatan penutup (refleksi, rangkuman, penugasan).
  • Gunakan media yang realistis
    Tidak harus canggih. Yang penting relevan dan membantu siswa memahami materi.

Dengan menyiapkan ini jauh hari, kamu tidak lagi panik menjelang pengumpulan video. Lagi-lagi, pemahaman apa itu ukin ppg akan membantumu menyusun prioritas: bukan sekadar “yang penting ada video”, tetapi “video yang benar-benar mencerminkan kompetensi saya”.

Menyusun Portofolio UKIN: Dari Kumpulan Dokumen Menjadi Cerita Profesional yang Kuat

Banyak peserta PPG yang ketika mendengar apa itu ukin ppg, langsung terbayang “tumpukan kertas” portofolio yang melelahkan. Padahal, kalau disusun dengan cara yang tepat, portofolio bisa menjadi senjata utama yang menunjukkan kualitasmu sebagai guru.

1. Susun Portofolio Berdasarkan Komponen yang Diminta

Secara umum, kamu bisa mengelompokkan isi portofolio menjadi:

  • Pengembangan diri
    • Daftar pelatihan/diklat/webinar yang pernah diikuti.
    • Sertifikat atau surat tugas sebagai bukti.
  • Penelitian/ PTK
    • Ringkasan PTK (latar belakang, tindakan, hasil, refleksi).
    • Jika ada, lampirkan laporan lengkap sebagai dokumen tambahan.
  • Refleksi pembelajaran
    • Tulisan reflektif tentang pengalaman mengajar (misalnya 1–2 halaman per pengalaman penting).
    • Fokus pada apa yang kamu pelajari dan bagaimana itu mengubah cara mengajar kamu.
  • Inovasi/karya
    • Deskripsi singkat media atau produk ajar yang kamu buat.
    • Foto atau file produk sebagai bukti.
  • Pengabdian/prestasi
    • Kegiatan di luar kelas yang menunjukkan kontribusimu sebagai pendidik.
    • Sertifikat, piagam, atau dokumentasi kegiatan.
  • Dokumentasi pendukung
    • Foto kegiatan pembelajaran, hasil kerja siswa, dan bukti lain yang relevan.

2. Tulis Narasi Singkat untuk Setiap Komponen

Jangan hanya menumpuk sertifikat. Tambahkan narasi singkat yang menjelaskan:

  • Apa kegiatan itu?
  • Mengapa kamu mengikutinya/melakukannya?
  • Apa dampaknya terhadap pembelajaranmu?
  • Apa yang kamu pelajari dan terapkan di kelas?

Dengan begitu, ketika asesor menilai portofolio, mereka tidak hanya melihat “banyak sertifikat”, tetapi juga melihat proses belajar dan kedewasaan profesional kamu. Di sinilah apa itu ukin ppg terasa sebagai proses pembuktian diri, bukan sekadar formalitas administrasi.

Di tengah semua persiapan teknis ini, kalau kamu merasa butuh bimbingan lebih terstruktur—mulai dari latihan menyusun RPP, simulasi video UKIN, sampai review portofolio—kamu bisa mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online khusus PPG yang menyediakan kelas live dan pendampingan UKIN, supaya perjuanganmu lebih terarah dan tidak sendirian.

Pada akhirnya, memahami apa itu ukin ppg berarti menyadari bahwa ujian ini bukan dibuat untuk mempersulit guru, tetapi untuk memastikan bahwa ketika kamu memegang sertifikat pendidik dan melangkah ke seleksi PPPK, kamu benar-benar siap secara kompetensi dan mental. Kamu yang selama ini mengajar dengan segala keterbatasan, yang mungkin digaji jauh di bawah layak, justru punya banyak “modal nyata” untuk UKIN: pengalaman mengajar, kedekatan dengan siswa, dan ketahanan menghadapi tantangan di kelas.

Tugasmu sekarang adalah mengemas semua itu dalam bentuk yang terstruktur dan terukur: lewat RPP yang rapi, video praktik yang mencerminkan keunggulanmu, dan portofolio yang jujur namun kuat. Jangan menunggu “sempurna” untuk mulai; cukup mulai dari yang ada, cicil sedikit demi sedikit, dan jaga konsistensi. Sertifikat pendidik bukan mimpi yang jauh—ia adalah hasil logis dari perjuangan yang kamu tata dengan baik. Teruskan langkahmu, atur waktumu, dan jadikan UKIN PPG sebagai panggung pembuktian bahwa kamu memang layak mendapatkan kesejahteraan dan pengakuan yang selama ini kamu perjuangkan.

Sumber Referensi

  • JADIPPG.ID – UKIN PPG adalah: Pengertian, Tujuan, dan Komponen Penilaiannya
  • KUMPARAN.COM – Pengertian Uji Kinerja PPG dan Komponen Portofolio yang Dibutuhkan
  • PPG.UINSGD.AC.ID – Uji Kinerja (UKIN)
  • FAHUM.UMSU.AC.ID – Komponen Isi pada Portofolio UKIN (Uji Kinerja) PPG Daljab 2024
  • LENSAEDUKASI.COM – Tutorial Membuat Video UKIN PPG yang Bagus
  • PPG.KEMENDIKDASMEN.GO.ID – Juknis Peserta UKPPG Bagi Guru Tertentu
  • KUMPARAN.COM – UKIN PPG: Pengertian dan Contoh Portofolio Sebagai Referensi
  • YOUTUBE.COM – Uji Kinerja PPG: Indikator Penilaian dan Tips Lulus UKIN

Program Value Jadi PPG

“Menjadi guru profesional bersama JadiPPG Join grup dan kegiatan update👇🏻”

Kelas Intensif Calon Guru 2025
Kelas Intensif Calon Guru 2025
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPPG: Temukan aplikasi JadiPPG di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPPG Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “bimbelppg” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiPPG karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal PPG 2024!!!

  • Dapatkan ribuan soal PPG 2024 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi PPG 2024
  • Ratusan Latsol PPG 2024
  • Puluhan paket Simulasi PPG 2024
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Scroll to Top